Sampah Berserakan di Jalan Protokol Pangkalpinang Usai Hujan Perdana, Program Gotong Royong Disorot

oleh -259 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Hujan pertama yang mengguyur Kota Pangkalpinang memicu persoalan lingkungan. Tumpukan sampah plastik dan material limbah dari sejumlah drainase (bandar) meluber ke badan jalan protokol, termasuk di Jalan Mentok atau Jalan Depati Amir, usai diterjang arus air, minggu (25/10).

 

banner 336x280

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, tumpukan sampah tampak mengotori sejumlah titik strategis seperti kawasan Pasar Pagi, Kampung Bintang, Kolong Retensi Kacang Pedang, hingga kawasan Pintu Air. Sampah-sampah tersebut terbawa oleh aliran air dari saluran primer dan sekunder yang diduga telah lama mengalami pendangkalan dan penumpukan limbah.

 

Kondisi ini memunculkan kritik tajam terhadap efektivitas program gotong royong yang selama ini digalakkan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang di bawah kepemimpinan Walikota Prof. Safarudin.

 

Sebelumnya, sejarawan dan pemerhati budaya Bangka Belitung, Dato’ Akhmad Elvian, dalam sebuah dialog publik di halaman Kantor Walikota Pangkalpinang, secara khusus telah meminta Pemkot Pangkalpinang untuk membersihkan drainase primer dan sekunder guna mengantisipasi ancaman banjir menjelang musim penghujan.

 

Dalam forum yang sama, Dato’ Akhmad Elvian juga sempat menyoroti pentingnya mempelajari sistem tata kelola air peninggalan era kolonial Belanda yang dinilai telah diperhitungkan secara matang dari sisi teknis dan geografis kota. Namun, masukan tersebut dinilai tidak ditindaklanjuti secara optimal oleh jajaran pemerintah kota.

 

“Kegiatan gotong royong yang rutin dilakukan setiap hari Jumat selama ini tampaknya hanya difokuskan pada pembersihan di median jalan, bukan pada pengerukan sedimen atau sampah di dalam saluran air atau bandar,” ujar salah seorang pengamat tata kota dalam dialog publik tersebut.

 

Dari data dan informasi yang dihimpun, persoalan lambatnya penanganan drainase ini diduga berkaitan dengan keterbatasan alokasi anggaran pemeliharaan infrastruktur lingkungan, atau kurangnya prioritas penanganan tata kelola air perkotaan secara komprehensif.

 

Dengan mulai masuknya musim penghujan, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi kepemimpinan Walikota Prof. Safarudin dan Wakil Walikota. Publik kini menanti langkah konkret dari pemerintah kota untuk segera melakukan normalisasi saluran air guna mencegah potensi banjir yang lebih luas di Kota Pangkalpinang. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.