Respon CP Terbaru, Pengawas Kemenag Sidak dan Dampingi Guru PAI di Pangkalpinang

oleh -224 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Guna memastikan arah pendidikan agama tetap relevan dan adaptable terhadap regulasi mutakhir, Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang bergerak cepat menerjunkan tim pengawasnya ke lapangan. Pada Selasa (22/9/2026), dua Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Kustinawati dan Maryani, menggelar aksi Pendampingan Implementasi Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 20 Tahun 2026 secara serentak di dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Pangkalpinang.

 

banner 336x280

Langkah proaktif ini menyasar SDN 50 Pangkalpinang dan SDN 24 Pangkalpinang. Kedatangan tim pengawas disambut hangat oleh jajaran pimpinan sekolah, yang memandang supervisi klinis ini sebagai momentum krusial dalam menyelaraskan mutu pembelajaran agama Islam di tingkat dasar.

 

Fokus pendampingan diarahkan langsung kepada dua guru binaan, yakni Pupun Eka Elina di SDN 50 Pangkalpinang dan Eneng Susilawati di SDN 24 Pangkalpinang. Selain untuk memverifikasi keterlaksanaan CP Nomor 20 Tahun 2026 di dalam kelas, peninjauan ini bertujuan mengevaluasi kesiapan administrasi pembelajaran guru agar sepenuhnya mengacu pada struktur kurikulum terbaru, sekaligus memetakan kendala faktual yang dihadapi pendidik di lapangan.

 

Di sela-sela peninjauan, Pengawas PAI Kemenag Kota Pangkalpinang, Kustinawati, menegaskan pentingnya adaptabilitas guru dalam merespons perubahan regulasi kurikulum tanpa mengurangi esensi nilai-nilai keagamaan.

 

“Perubahan Capaian Pembelajaran melalui CP Nomor 20 Tahun 2026 ini bukan sekadar pergantian dokumen administrasi, melainkan panduan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna. Kami hadir untuk memastikan para guru binaan tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga percaya diri dan adaptif dalam mengeksekusi kurikulum baru ini di kelas,” ujar Kustinawati.

 

Senada dengan hal tersebut, Maryani mengapresiasi kepekaan para guru binaan yang mampu memformulasikan solusi kreatif di tengah keterbatasan fasilitas dan sumber belajar cetak di sekolah.

 

“Inovasi yang ditunjukkan para guru sangat membanggakan. Ketika sumber belajar konvensional terbatas, mereka tidak berhenti, melainkan mampu mengoptimalkan teknologi digital dan media sosial secara bijak. Inilah wujud nyata guru PAI yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik,” puji Maryani.

 

Dalam sesi diskusi, para guru binaan menjelaskan bahwa keterbatasan buku teks utama dapat teratasi berkat pemanfaatan media sosial berbasis audio visual seperti YouTube, integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI), serta tetap memperkuat literasi keagamaan primer menggunakan Al-Qur’an dan Juz ‘Amma.

 

Pemanfataan media interaktif ini terbukti memberikan dampak signifikan dalam mentransformasi suasana kelas. Pembelajaran PAI yang kerap dianggap konvensional kini tampil lebih dinamis, memicu minat serta motivasi belajar peserta didik secara berlipat. Dari sisi instruksional, pendekatan multimedia ini memudahkan guru dalam menyampaikan konsep-konsep keagamaan yang abstrak agar lebih terarah, kontekstual, dan mudah dipahami siswa.

 

Langkah pendampingan secara berkala oleh Kemenag Kota Pangkalpinang ini diharapkan menjadi katalisator bagi para pendidik PAI untuk terus berinovasi. Dengan integrasi kurikulum anyar dan fleksibilitas teknologi, target pembentukan karakter serta pencapaian tujuan pembelajaran agama Islam di Pangkalpinang optimistis dapat terealisasi secara maksimal. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.