Musim Kemarau, Sekum MUI Kota Pangkalpinang Ajak Jamaah Masjid Permuthi Renungkan Nikmat Air

oleh -389 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA — Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pangkalpinang, H. Delip Atmaja, M.Pd.I., bertindak sebagai Khotib dan Imam pada pelaksanaan sholat Jum’at di Masjid Permuthi, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Jum’at (18/9/2026).

 

banner 336x280

Di hadapan ratusan jamaah Masjid Permuthi yang diketuai oleh Ustadz Zainudin Cecep yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kecamatan Rangkui tersebut, H. Delip Atmaja menyampaikan materi khutbah yang sangat relevan dengan kondisi cuaca dan lingkungan saat ini, yakni fenomena musim kemarau.

 

Khutbah bertema “Ketika Setetes Air Menjadi Nikmat yang Tak Ternilai” tersebut mengaitkan pentingnya kesadaran spiritual umat Islam terhadap keberadaan air sebagai salah satu sumber kehidupan utama yang sering kali dianggap biasa.

 

Dalam khutbahnya, Delip mengingatkan bahwa ketika musim kemarau melanda dan persediaan air mulai menipis, manusia baru menyadari betapa besarnya nikmat air yang telah dianugerahkan Allah SWT.

 

“Saat musim hujan, air terkadang kita anggap berlebihan. Tetapi ketika musim kemarau datang, air bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga. Jangan tunggu air habis untuk menghargai air, jangan tunggu sumur kering untuk mengingat Allah, dan jangan tunggu kekeringan untuk membantu sesama,” tegas Delip dalam mimbar Jum’at.

 

Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya ayat 30 yang menegaskan bahwa segala sesuatu yang hidup dijadikan dari air. Selain itu, jamaah diajak untuk tidak bersikap boros dan berlebihan dalam mengoperasikan keran air maupun saat berwudhu, sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

 

Tak hanya mengenai penghematan air, dalam kondisi kemarau yang rentan ini, Delip turut menyampaikan imbauan penting kepada seluruh jamaah agar tidak sembarangan membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

 

Tindakan membakar sembarangan di musim kering dapat dengan cepat memicu kebakaran luas dan menimbulkan polusi asap yang mengganggu kesehatan. Menurutnya, tindakan tersebut tergolong perilaku zalim karena merugikan dan menganiaya orang lain di sekitarnya.

 

Khutbah Jum’at ini menegaskan peran nyata MUI Kota Pangkalpinang sebagai benteng moral dan pengayom umat (khadimul ummah). Melalui mimbar agama, MUI hadir memberikan solusi spiritual sekaligus pencerahan atas isu-isu sosial-lingkungan yang sedang dihadapi masyarakat, sehingga dakwah tidak hanya menyentuh aspek ibadah ritual, tetapi juga kepekaan sosial dan kepedulian terhadap kelestarian alam demi kemaslahatan bersama. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.