PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Semangat peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Kota Pangkalpinang berlanjut dengan aksi nyata di lapangan. Pada Senin (05/01/2026), Tim Penilai Lomba Rumah Ibadah ASRI resmi memulai rangkaian penilaian dengan mengunjungi lima rumah ibadah lintas agama di wilayah Pangkalpinang.
Ketua Tim Penilai, Ruslan, S.Th.I., menjelaskan bahwa rumah ibadah yang dikunjungi hari ini merupakan pilihan yang telah mengantongi rekomendasi dari lembaga keagamaan masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk memastikan representasi terbaik dari setiap umat beragama dalam kompetisi tersebut.
Program ini bukan sekadar perlombaan biasa. Ruslan menegaskan bahwa penilaian Rumah Ibadah ASRI merupakan bentuk penjabaran dari Asta Program Prioritas Kementerian Agama, khususnya mengenai penguatan Ekoteologi.
“Kita ingin rumah ibadah tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga menjadi pelopor pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Terdapat empat kategori utama yang menjadi barometer penilaian dengan total nilai 100, yaitu:
– Penghijauan/Ekoteologi (30%): Meliputi penggunaan tanaman hijau dan upaya ramah lingkungan.
– Keasrian dan Keindahan (25%): Fokus pada penataan taman dan estetika visual.
– Kebersihan Lingkungan (25%): Menilai pengelolaan sampah dan kebersihan area dalam serta luar.
– Kenyamanan dan Kerapian (20%): Menyangkut kenyamanan jamaah serta sirkulasi udara dan pencahayaan.
Berdasarkan jadwal, tim bergerak menyisir lima lokasi berbeda pada hari ini, yakni ;
– Vihara Maitreya (Buddha) di Kelurahan Batu Intan.
– Gereja Katolik Santo Mikael (Katolik) di Kelurahan Bacang.
– Kelenteng Dewi Laut (Khonghucu) di Jln. Tanjung Bunga.
– Pura Agung Jagatnata Surya Kencana (Hindu) di Pantai Pasir Padi.
– Gereja Kristen Protestan Simalungun/GKPS (Kristen) di Kelurahan Pasir Garam.
Di sisi lain, Sekretaris Tim, H. Delip Atmaja, M.Pd., menambahkan bahwa esensi dari kegiatan ini melampaui angka-angka penilaian. Kunjungan langsung ke lapangan menjadi jembatan silaturahmi antara birokrasi Kementerian Agama dengan pengurus rumah ibadah serta umat di akar rumput.
“Ini adalah ajang untuk mendekatkan Kementerian Agama dengan umat. Kami ingin mendengar dan melihat langsung bagaimana kerukunan dan keasrian itu dirawat mulai dari hal-hal yang fundamental,” pungkas Delip. (Gema)












