PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja dan transparansi tata kelola organisasi, Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Eyde Tusewijaya, memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di ruang kerja Kasubbag TU pada Rabu (04/03/2026), dengan dihadiri oleh jajaran pelaksana terkait di lingkungan Kemenag Kota Pangkalpinang.
Dalam arahannya, Eyde Tusewijaya menekankan bahwa SAKIP bukan sekadar rutinitas administratif pelaporan, melainkan instrumen penting untuk mengukur sejauh mana efektivitas penggunaan anggaran terhadap capaian kinerja yang telah ditetapkan. Beliau menggarisbawahi pentingnya sinkronisasi antara perencanaan dan implementasi di lapangan agar setiap rupiah yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.
“Kita harus memastikan bahwa setiap program kerja selaras dengan sasaran strategis lembaga. Monev ini adalah momentum untuk melihat progres serta mengidentifikasi kendala sejak dini agar target tahun 2025 dapat tercapai secara maksimal,” ujar Eyde di sela-sela pembahasan.
Dalam pembahasan teknis, rapat tersebut memprioritaskan peninjauan ulang terhadap capaian kinerja untuk mengevaluasi realisasi fisik dan serapan anggaran pada triwulan berjalan. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan timeline yang telah disusun dalam Perjanjian Kinerja. Eyde menginstruksikan agar seluruh jajaran segera melakukan percepatan pada aspek-aspek yang masih di bawah target agar tidak terjadi penumpukan pekerjaan di akhir tahun.
Selain aspek fisik dan serapan, penekanan utama juga diberikan pada sinkronisasi data guna menjamin bahwa setiap data dukung laporan kinerja tersusun secara akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun administratif. Validitas data dipandang sebagai kunci utama dalam meraih predikat SAKIP yang unggul. Oleh karena itu, koordinasi antar-satuan kerja harus diperkuat untuk meminimalisir adanya ketimpangan informasi dalam pelaporan periodik.
Sebagai langkah tindak lanjut, forum ini juga menyepakati optimalisasi strategi melalui penyusunan langkah-langkah korektif terhadap target yang masih memerlukan akselerasi. Langkah-langkah ini mencakup pengaturan ulang skala prioritas serta peningkatan efisiensi birokrasi dalam eksekusi program. Eyde mengingatkan seluruh tim agar menjaga integritas dan profesionalisme, karena SAKIP yang berkualitas secara substansial akan berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan keagamaan di Kota Pangkalpinang.
“Harapan saya, melalui evaluasi rutin ini, kita tidak hanya unggul secara angka-angka dalam laporan, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan yang transparan dan akuntabel,” pungkasnya. (Imelda)












