PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Roswita, S.Ag., M.M., Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, melakukan kunjungan pendampingan ke SD Mutiara Harapan Islamic School pada Kamis (11/09). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan memberikan bimbingan terkait pelaksanaan pembelajaran serta program PAI di sekolah tersebut.
Dalam pendampingan ini, Roswita didampingi oleh Kepala SD Mutiara Harapan, Syarifuddin, M.Pd., Kepala SMP, Imelda A. Sanjaya, M. Akt., serta dua guru PAI, yaitu Rahmatullah Rasyid dan Tatik. Diskusi dan observasi berfokus pada efektivitas pembelajaran PAI dan implementasi program-program unggulan sekolah.
Menurut Roswita, program pembelajaran PAI di SD Mutiara Harapan memiliki keunikan karena tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga sangat menekankan pada pembentukan pendidikan karakter peserta didik.
“Pendampingan ini melihat bagaimana sekolah mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam keseharian siswa, bukan sekadar teori di kelas,” ujar Roswita.
Lebih lanjut, program unggulan yang menjadi sorotan adalah fokus pada Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), yang tidak hanya diberikan kepada siswa, tetapi juga kepada para pendidik. Selain itu, sekolah juga secara rutin mengadakan pembiasaan sedekah dan berbagi kepada anak-anak panti asuhan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa sosial dan empati sejak dini pada diri siswa.
Sekolah tersebut juga menjalin kemitraan dengan orang tua dan masyarakat sekitar sekolah untuk terwujudnya pendidikan karakter pada peserta didik. Hal ini dikarenakan perlunya kerja sama pihak sekolah, kepala sekolah, guru dan orang tua/wali murid.
Kepala SD Mutiara Harapan, Syarifuddin, M.Pd., menyambut baik pendampingan ini dan menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan PAI.
“Kami berupaya menjadikan PAI sebagai pilar utama dalam membangun akhlak mulia, sehingga lulusan kami tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” pungkasnya.
Pendampingan oleh Pengawas PAI ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus berinovasi dalam mengembangkan program-program pendidikan berbasis agama yang relevan dan berdampak positif bagi pembentukan generasi berkarakter. (M3L)














