Pengawas Kemenag Pangkalpinang Bedah CP Baru PAI, Dorong Tuntas Baca Al-Qur’an

oleh -197 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Guna memastikan penyelarasan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berjalan optimal hingga tingkat dasar, Pengawas PAI Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang bergerak cepat turun ke lapangan. Dua Pengawas PAI, Kustinawati dan Maryani, menggelar pendampingan intensif terkait Implikasi Keputusan BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 tentang Perubahan Capaian Pembelajaran (CP) di dua sekolah target, yakni SDN 54 Pangkalpinang dan SDN 40 Pangkalpinang, Kamis (24/09/2026).

 

banner 336x280

Langkah proaktif ini menyasar langsung para guru PAI binaan di masing-masing sekolah, yakni Sintia Puspita Dewi di SDN 54 Pangkalpinang dan Nanti Aprilia di SDN 40 Pangkalpinang. Kehadiran tim pengawas menjadi angin segar bagi pendidik di garis depan yang tengah beradaptasi dengan arah kebijakan kurikulum PAI terbaru.

 

Proses pendampingan tidak sekadar menjadi ajang sosialisasi regulasi secara formal, melainkan dialog interaktif untuk mendeteksi hambatan nyata di ruang kelas. Berdasarkan evaluasi di lapangan, salah satu titik krusial yang dihadapi guru adalah keterbatasan buku pendamping yang selaras dengan revisi CP Nomor 020 Tahun 2026, serta penyesuaian strategi mengajar yang lebih adaptif.

 

Kustinawati menegaskan bahwa perubahan regulasi CP harus disikapi dengan kesiapan metodologi mengajar yang tepat sasaran. Menurutnya, fokus PAI saat ini bukan lagi sekadar penuntasan materi teoretis, melainkan pembentukan karakter peserta didik.

 

“Perubahan CP ini menuntut kita untuk bergeser dari pola pembelajaran konvensional menuju pendekatan yang berfokus pada pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari siswa. Kami hadir untuk memastikan para guru tidak berjalan sendirian dalam memetakan materi dan menyusun strategi pembelajaran yang kontekstual,” ujar Kustinawati di sela-sela kegiatan pendampingan.

 

Selain penyesuaian materi dan ketersediaan bahan ajar, pendampingan ini menekankan akselerasi program Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ). Pengawas PAI mendorong para guru untuk merancang metode pembelajaran yang memadukan literasi Al-Qur’an dengan pembentukan akhlak.

 

Maryani menambahkan, kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih dan benar merupakan fondasi utama sebelum siswa mampu memahami serta mengamalkan isi kandungannya. Oleh karena itu, kendala teknis dalam pelaksanaan TBQ di sekolah harus segera diurai melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan bagi anak usia sekolah dasar.

 

“TBQ adalah fondasi. Jika fondasinya kokoh, penanaman nilai-nilai karakter religius akan jauh lebih mudah diinternalisasi oleh peserta didik. Kami memberikan panduan teknis kepada Ibu Sintia dan Ibu Nanti agar metode TBQ dapat terintegrasi secara efektif dalam jam pelajaran PAI maupun kegiatan ekstrakurikuler keagamaan,” jelas Maryani.

 

Poin-poin pemecahan masalah yang dipaparkan tim pengawas mendapat sambutan hangat dari para guru binaan. Sintia Puspita Dewi (SDN 54 Pangkalpinang) dan Nanti Aprilia (SDN 40 Pangkalpinang) mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih jernih mengenai penyusunan Modul Ajar dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang selaras dengan CP terbaru.

 

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, Kemenag Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk terus mengawal kualitas pembelajaran PAI di seluruh tingkatan sekolah. Langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Pangkalpinang yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan berakhlak mulia. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.