PANGKALPINANG,BERITA-FAKTA.COM– Angka-angka anggaran bergejolak, dan nasib pembangunan Bangka Belitung dipertaruhkan dalam palu godam legislatif.
Wakil Ketua DPRD Babel, Edy Iskandar, dengan nada lugas menegaskan hari ini, Senin (28/7), adalah penandatanganan MoU KUAPPAS, sebuah gerbang pembuka bagi perubahan APBD 2025.
Seolah arloji raksasa berdetak, waktu mendesak untuk menyelesaikan pekerjaan rumah anggaran ini.
”Hari ini penandatanganan MOU KUAPPAS, jadi dalam rangka perubahan APBD untuk 2025. Jadi setelah ini kita menunggu pemerintah daerah menyesuaikan anggaran berdasarkan hasil PPAS yang sedang ditandatangani hari ini untuk disampaikan dalam paripurna APBD perubahan nanti,” jelas Edy, seolah merangkai benang-benang takdir fiskal.
Tenggat waktu yang diberikan bagai panah yang melesat, ke pemprov Babel dengan jelasnya hari Kamis.
“Kita minta Kamis karena ini kan sudah masuk Agustus, mestinya sudah harus pembeda perubahan,” tegas Edy, mengisyaratkan bahwa setiap detik sangat berharga dalam proses ini.
Meski begitu, Dewan bukan tanpa catatan. Layaknya seorang penilik yang jeli, Edy Iskandar menyoroti pendapatan yang “berpuasa” alias belum memenuhi target.
Menurutnya, akan menjadi bayangan yang membayangi belanja pemerintah dan kegiatan kemasyarakatan. Lebih lanjut, temuan-temuan dari Laporan Hasil Pemeriksaan BPK pun tak luput dari perhatian. “Beberapa hal juga yang menjadi temuan-temuan, mungkin juga di Banggar yang temuan LAPBPK kemarin akan kami review juga sebagaimana tindak lanjutnya yang sudah dilakukan pemerintah,” tambahnya, menunjukkan tekad untuk membersihkan setiap sudut yang keruh.
Jumat lalu, di meja pembahasan kebijakan umum anggaran dan PPS (Prioritas Plafon Anggaran Sementara), fokus utama adalah denyut nadi masyarakat.
“Berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang menjadi prioritas pemerintah yang berhubungan dengan masyarakat, seperti di bidang kesehatan, pendidikan, dan juga bantuan-bantuan alat tangkap, kemudian alat pertanian, dan sebagainya,” urai Edy, seolah melukiskan potret harapan rakyat.
Sebuah janji yang telah lama ditunggu pun terkuak: rumah sakit baru yang menjamin kesejahteraan di bidang kesehatan.
“Oh iya, tahun ini insya Allah sudah mulai rumah sakit itu,” ujar Edy, memberikan secercah cahaya bagi peningkatan fasilitas kesehatan.
Namun, ia menekankan bahwa proyek ini masih harus dibahas lebih lanjut, apakah akan menjadi rumah sakit yang benar-benar baru, ataukah pengembangan dari fasilitas yang sudah ada.
Debat ini, bagaikan dua jalur kereta yang bertemu di satu titik, akan menentukan wajah masa depan layanan kesehatan di Babel.














