Pawai Go Green GBI-BRC: Merajut Asa di Tengah Lautan Sampah Plastik

oleh -409 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Karnaval HUT ke-80 RI di Pangkalpinang tahun ini menjadi panggung bagi pesan-pesan yang menggugah. Di tengah semarak perayaan, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bangka Revival Center (BRC) hadir membawa suara lingkungan yang nyaring.

 

banner 336x280

Mereka tak sekadar ikut memeriahkan, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat untuk menabur kepedulian di bumi Bangka Belitung yang mulai dilanda krisis sampah.

Dengan tema besar “Go Green”, GBI-BRC tampil dengan kostum dan properti yang memukau, namun menyimpan makna yang dalam.

 

Setiap helai kostum, setiap ornamen, adalah wujud reinkarnasi dari sampah plastik yang tadinya berserakan. Botol-botol bekas, sedotan, hingga kantong plastik disulap menjadi mahakarya, seolah menjadi cermin bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

 

Rini, Ketua Panitia GBI-BRC, menjelaskan bahwa ide ini lahir dari keprihatinan melihat kondisi pantai di Bangka yang dipenuhi sampah plastik bak lautan tak bertepi.

 

“Kami ingin mengajak warga Bangka untuk tidak lagi buta terhadap lingkungan. Sampah plastik sekali pakai, seperti botol dan sedotan, memang tampak kecil, namun justru inilah duri yang mengotori pulau kita,” ujar Rini, mengibaratkan dampak kecil yang berakumulasi menjadi masalah besar.

 

Lebih dari sekadar karnaval, partisipasi GBI-BRC menjadi ajang untuk menanamkan harapan. Rini dan Pendeta Arga Pratama sama-sama menyuarakan satu langkah kecil untuk lompatan besar. menjadikan Bangka Belitung sebagai kota pariwisata yang bersih dan asri.

 

Mereka berharap, kesadaran tentang kebersihan ini akan menjadi warisan berharga yang tidak lekang dimakan waktu, yang akan dinikmati oleh anak cucu kelak.

 

“Kita perlu menyadari apa yang akan kita tinggalkan untuk anak cucu kita nanti. Lingkungan yang sehat adalah warisan termulia,” kata Pendeta Arga.

 

Di tengah situasi nasional yang sering kali memanas, GBI-BRC juga menabuh genderang perdamaian. Melalui doa bersama, mereka mengajak masyarakat untuk menjaga ketentraman dan menyampaikan aspirasi dengan kepala dingin.

 

“Warga Bangka Belitung adalah jiwa-jiwa yang cinta damai. Kita harus teruskan toleransi yang sudah terjalin, jangan sampai terprovokasi oleh narasi-narasi negatif. Jaga warisan persatuan dari nenek moyang kita, jangan sampai hilang di tangan anak cucu,” tegas Rini.

 

Dengan partisipasi ini, GBI-BRC tak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi masyarakat Bangka Belitung untuk menjaga keindahan alam dan keutuhan persaudaraan.

 

Ini adalah pengingat bahwa bersama-sama, kita bisa menyingkirkan gunung sampah dan menjaga api perdamaian tetap menyala. (MJ001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.