Bayi 11 Bulan Meninggal di RS Bakti Timah Pangkalpinang: Ibu Korban Menangis Histeris

oleh -334 Dilihat
oleh
banner 468x60

Pangkalpinang, Berita-Fakta.com— Seorang ibu rumah tangga di Pangkalpinang, Ayi, menangis histeris di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) setelah anaknya yang berusia 11 bulan meninggal dunia pada Selasa (2/9/2025) pagi hari.

 

banner 336x280

Tudingan dari keterangan ibu korban tersebut menyatakan adanya kelalaian petugas kesehatan menjadi sorotan dalam kasus ini.

Menurut Ayi, anaknya mulai mengalami diare hebat sejak Senin sore dan segera dibawa ke RSBT untuk perawatan. Anak tersebut dirawat di ruang rawat inap dan mendapatkan infus.

 

Namun, menjelang tengah malam, kondisi anak memburuk dengan suhu tubuh meningkat drastis.

Selang infus anaknya terlepas, dan Ayi berulang kali mencoba memanggil perawat jaga melalui bel panggilan, tetapi tidak ada respons.

 

“Saya pencet bel panggilan 100 kali, tapi tidak ada perawat yang datang. Mereka tidur,” ujar Ayi dalam video beredar.

“Saya tidak terima, anak saya tidak dipedulikan. Siapa yang harus bertanggung jawab dalam hal ini” tambahnya dengan nada marah.

 

Hingga pukul 05.00 WIB, anak Ayi dinyatakan meninggal dunia.

Ia menyatakan kekecewaannya atas pelayanan RSBT yang dianggapnya tidak memadai.

 

Tanggapan Gubernur Babel

Dilain sisi, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini.

Ia telah memerintahkan tim medis untuk menyelidiki penyebab kematian bayi tersebut.

“Saya sudah memerintahkan tim untuk langsung ke RSBT guna mencari tahu penyebab kematian bayi ini. Kami belum mengambil langkah tegas karena masih melakukan pengkajian untuk mengetahui fakta sebenarnya,” ungkap Hidayat.

 

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama.

“Saya sering mengingatkan dalam rapat bahwa pelayanan kesehatan harus diutamakan. Rumah sakit yang bermasalah harus segera diperbaiki,” tegasnya.

 

Pihak RSBT Beri Respons Singkat

Sementara itu, Humas RSBT, Derry, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon hanya memberikan pernyataan singkat.

“Kami sedang menyusun kronologi kejadian, nanti akan kami kirim,” ujarnya tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

 

Kasus ini memicu perhatian publik terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSBT.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit belum merilis pernyataan resmi terkait kronologi dan langkah yang akan diambil.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.