Oknum Satgas Trisakti Diduga Mabuk Saat Bertugas, Amukan Warga Pecah di Desa Air Anyir Bangka

oleh -558 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA, BERITA-FAKTA.COM – Ketegangan pecah di kawasan pabrik pengolahan zirkon, Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka, pada Sabtu (7/3/2026). Seorang oknum yang diduga anggota Satgas Trisakti menjadi sasaran kemarahan warga dan para pekerja tambang. Insiden ini dipicu oleh dugaan bahwa oknum tersebut berada di bawah pengaruh minuman keras saat melakukan pengintaian di lokasi tambang.

 

banner 336x280

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula ketika oknum Satgas tersebut mendatangi area perusahaan pengolahan Logam Tanah Jarang (LTJ) dan tailing. Warga dan para penambang yang sudah lama memendam keresahan terhadap perilaku oknum Satgas langsung bereaksi saat mencium bau alkohol dari oknum yang sedang bertugas tersebut.

 

Situasi semakin memanas hingga berujung pada pengeroyokan. Warga yang emosi sempat mengamankan oknum tersebut beserta barang bukti berupa botol minuman keras yang ditemukan di lokasi.

 

“Tadi dia datang pakai mobil, tapi kondisinya mabuk. Padahal ini bulan puasa, perilakunya sangat tidak menghargai masyarakat dan sewenang-wenang,” ujar salah satu pekerja di lokasi kejadian.

 

Aksi massa ini disebut sebagai puncak kekesalan para penambang lokal dan masyarakat kecil di Bangka Belitung. Selama ini, beredar keluhan dari mulut ke mulut mengenai oknum-oknum Satgas yang dianggap sering melakukan penyitaan hasil pasir timah secara sepihak.

 

Masyarakat menuding adanya praktik “main mata” antara oknum tertentu dengan mitra-mitra besar, sementara penambang kecil sering kali menjadi korban tindakan represif.

 

Dalam rekaman video yang beredar, warga tampak mengamankan botol minuman sebagai bukti otentik. Oknum tersebut sempat berusaha melakukan pembelaan diri dan mengajak berdialog saat massa mulai mengepungnya.

 

“Kalau memang barangnya (timah/zirkon) diberhentikan, saya balik kanan. Kenapa saya dipukulin?” ujar oknum tersebut di tengah kerumunan massa.

 

Namun, massa yang sudah terlanjur emosi mengabaikan pembelaan tersebut. Mereka menuntut adanya transparansi dan kehadiran komandan dari satuan terkait untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anggotanya yang dianggap mencoreng tugas menjaga aset strategis daerah.

 

Kejadian ini menjadi catatan kelam dalam koordinasi pengamanan aset tambang di Bangka Belitung. Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan evaluasi total terhadap keanggotaan Satgas Trisakti agar tidak ada lagi oknum yang menyalahgunakan wewenang demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat dikabarkan telah menuju lokasi untuk meredam situasi dan mengamankan oknum tersebut dari amukan warga lebih lanjut untuk proses penyelidikan. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.