Napak Tilas Tokoh Tionghoa Termansyur di Pulau Bangka: Sejarah dan Makam Megah Oen Nyiem Foek

oleh -283 Dilihat
oleh
banner 468x60

Pangkalpinang, Berita-Fakta – Kompleks Makam Tionghoa Sentosa di Pangkalpinang, Bangka Belitung, menjadi saksi bisu sejarah panjang komunitas Tionghoa di wilayah ini.

Berdiri sejak 1935 pada masa pemerintahan Residen Mann, CJ (1934-1942), kompleks makam ini terletak di Jalan Bukit Abadi, sisi timur Jalan Soekarno Hatta.

banner 336x280

Dikenal dengan nama “Ngi Cung,” kompleks ini membentang dari utara ke selatan dengan luas total 199.450 m² atau sekitar 19,945 hektar.

Berdasarkan prasasti pada tugu pendiri yang terletak di sisi barat Paithin (rumah sembahyang), kompleks makam ini didirikan oleh empat tokoh penting.

Keempat tokoh tersebut: Yap Fo Sun (wafat 1972), Chin A Heuw (wafat 1950), Yap Ten Thiam (wafat 1944), dan Lim Sui Cian (tahun wafat tidak jelas karena bertepatan dengan pendudukan Jepang).

Sebelum diresmikan pada 1935, peta Resident Bangka en Onderh (1928-1929) mencatat adanya makam-makam Tionghoa di kawasan ini, tepatnya di timur jalan beraspal menuju Distrik Koba, dekat tugu kilometer 3.

 

Makam Oen Nyiem Foek: Simbol Keagungan Sejarah

Di antara banyak makam di kompleks ini, makam Oen Nyiem Foek menonjol karena kemegahannya.

Terletak di sisi selatan jalan utama pemakaman, makam ini milik Oen Nyiem Foek, tokoh penting yang wafat pada usia 83 tahun di Pangkalpinang.

Bongpai makam bertuliskan “Min Kwet Sin Ngian,” menandakan pemugaran makam pada tahun keempat pemerintahan Sun Yat Sen (sekitar 1915), tokoh pendiri Partai Nasionalis Cina, Kuomintang.

Menurut Regeeringalmanak voor Nederlandsch-Indie (1893), Oen Nyiem Foek menjabat sebagai Kapitien/Luitenant Der Chinezen di Pangkalpinang sejak 18 Desember 1879.

Ia adalah keturunan generasi ketiga keluarga Oen di Pulau Bangka.

Leluhurnya, Oen Chi Phin, datang dari Liuk Fung ke Bangka sekitar 1725-1733, dengan makamnya terletak di Kampung Tjoihin, Sungailiat.

Sementara itu, ayah Oen Nyiem Foek, Oen Men Chiew, dimakamkan di Kampung Besi (Thiatfu), dekat Kelenteng Fuk Tet Che, Simpang Semabung.

 

Warisan Sejarah dan Budaya

Kompleks Makam Sentosa tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga cerminan kekayaan budaya dan sejarah komunitas Tionghoa di Bangka.

Keberadaan makam Oen Nyiem Foek dan tugu pendiri menjadi bukti kontribusi besar tokoh-tokoh Tionghoa dalam pembangunan sosial dan budaya di Pangkalpinang.

 

 

Sumber: Akhmad Elvian, Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.