PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pangkalpinang sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di Bangka City Hotel pada Selasa, 23 Juni 2026. Mengusung tema “Optimalisasi Peran Ulama dan Umaro Dalam Membina Umat Berakhlakul Karimah dan Berkarakter Islam”, forum tertinggi tingkat daerah ini resmi menetapkan K.H. Zainuddin Alwi sebagai Ketua Umum dan K.H. Delip Atmaja sebagai Sekretaris Umum MUI Kota Pangkalpinang untuk masa bakti 2026–2031.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua MUI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) K.H. Ahmad Luthfi, Sekretaris MUI Babel K.H. Hasan Rumata, Ketua MUI Kota Pangkalpinang periode sebelumnya K.H. Syamsuni Sholeh, serta seluruh pengurus MUI Kecamatan se-Kota Pangkalpinang.
Musda VI kali ini mengagendakan dua poin utama, yakni penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2021–2026 dan pemilihan nakhoda baru untuk lima tahun ke depan. Rapat pleno pemungutan suara berlangsung sejuk dan sarat dengan nilai-nilai keteladanan khas para ulama.
Saat dihubungi seusai acara, Ketua Umum terpilih K.H. Zainuddin Alwi mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan musyawarah yang selesai lebih cepat dari target yang ditentukan.
“Pelaksanaan Musda MUI Kota Pangkalpinang berjalan dengan lancar sesuai dengan deadline waktu yang telah kita tetapkan melalui pleno 1. Bergerak dari jam 08.00 sampai dengan berakhir jam 16.25 WIB. Alhamdulillah targetnya maksimal jam 16.30, dan hari ini jam 16.20 sudah selesai,” ujar K.H. Zainuddin Alwi.
Beliau juga menegaskan bahwa mekanisme pemilihan berjalan secara murni melalui jalur musyawarah mufakat di dalam tim formatur, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“Tidak ada istilah voting-voting, tidak ada istilahnya main tulis-tulis apa pun. Yang penting musyawarah mufakat untuk memberi amanah dan tanggung jawab besar ini kepada kami. Tadi satu suara bulat kepada kami semua,” imbuhnya.
Dalam sambutan perdana di hadapan para peserta, K.H. Zainuddin menyampaikan bahwa jabatan ini merupakan sebuah amanah yang berat. Ia menolak anggapan bahwa dirinya dipilih karena menjadi yang paling berilmu ataupun paling mampu.
“Semua ini berkat dorongan para ustadz dan kyai yang tergabung dalam MUI Kota Pangkalpinang dan MUI Kecamatan,” tuturnya.
Ke depan, dirinya berkomitmen untuk mempertahankan serta meningkatkan program kerja kepengurusan lama yang dinilai sudah berjalan dengan baik. Beliau turut mengajak seluruh jajaran pengurus untuk merapatkan barisan guna mengembangkan organisasi.
“Saya mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan bersama mengembangkan MUI Kota Pangkalpinang sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan di tengah-tengah umat. Semoga tergabungnya kita dalam kepengurusan ini dapat menjadi wasilah untuk mengumpulkan pundi-pundi amal kebaikan untuk kehidupan akhirat,” ucap K.H. Zainuddin.
Kelancaran Musda VI ini mendapat apresiasi tinggi dari tingkat provinsi. Sekretaris Umum MUI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, K.H. Hasan Rumata, yang hadir sekaligus menutup secara resmi kegiatan tersebut, mengawali arahannya dengan khidmat lewat lantunan Al-Qur’an Surah As-Shaff ayat 4. Ayat tersebut menegaskan keutamaan menjaga persatuan, kekompakan, dan keteraturan dalam perjuangan Islam layaknya sebuah bangunan yang tersusun kokoh.
K.H. Hasan Rumata memuji atmosfer Musda yang kondusif sehingga mampu melahirkan keputusan-keputusan yang berbobot dan struktural.
“Kami berharap semoga kepengurusan baru ini menghasilkan gerakan-gerakan yang lebih baik dari sebelumnya. MUI harus selalu ada untuk kepentingan umat serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat secara terstruktur dan masif,” tegas K.H. Hasan.
Di akhir sambutannya, ia berpesan agar MUI Kota Pangkalpinang masa bakti 2026–2031 dapat segera merumuskan program-program kerja yang aktual, mumpuni, serta mampu menjawab secara konkret berbagai persoalan sosial-keagamaan yang tengah dihadapi oleh masyarakat di Kota Pangkalpinang. (Gema)









