Konflik Gubernur dan Wagub Babel Masih Bersitegang: Hidayat Arsani Tantang Balik Hellyana

oleh -350 Dilihat
oleh
banner 468x60

Pangkalpinang, Berita-Fakta — Konflik internal Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung masih bersitegang, usai Hellyana menggugat ke PTUN.

Lantas hal itu, Gubernur Hidayat Arsani menanggapi sikap dari Wagub Hellyana yang merasa kinerjanya dibatasi oleh Surat Keputusan (SK) Biro Hukum Pemprov Babel.

banner 336x280

Dalam konferensi pers di kediaman dinasnya, Minggu (13/7), Hidayat bahkan mempersilakan Hellyana menggugat SK tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika merasa tidak puas.

SK Biro Hukum yang menjadi sorotan mewajibkan setiap perjalanan dinas mendapat persetujuan Gubernur.

Hidayat menegaskan, aturan ini dibuat untuk efisiensi anggaran negara dan memastikan perjalanan dinas tepat sasaran.

“Saya biasa-biasa saja, yang penting ikuti aturan. Kalau Wagub merasa tidak harmonis, silakan gugat SK itu ke PTUN daripada kita perang,” ujar Hidayat.

Anggaran Wagub Habis dalam Tiga Bulan

Hidayat mengungkapkan, SK tersebut bertujuan mengurangi pemborosan anggaran.

Ia menyebut, dari 10 perjalanan dinas Hellyana, hanya tiga yang dilaporkan, sementara tujuh lainnya tidak.

“Biro Umum bilang anggaran Wagub sudah habis dalam tiga bulan, sementara anggaran saya masih ada. Ini artinya kami irit,” tegasnya.

Menurut Hidayat, tugas utama Wagub seharusnya fokus pada pengawasan internal Pemprov.

Namun, akhir-akhir ini, Hellyana lebih sering melakukan perjalanan dinas, sehingga tugasnya dialihkan ke Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda).

“Wagub adalah wakil saya, harus lapor ke mana pun pergi. Ikut aturan saja, saya tidak pakai tangan besi,” tambahnya.

Tantangan ke Mendagri dan Ombudsman

Menanggapi rencana Hellyana melapor ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Ombudsman, Hidayat menyatakan tidak keberatan.

“Selama saya benar membela uang rakyat, silakan laporkan. Pembenahan pasti ada dampak,” katanya.

Ia bahkan menantang Hellyana untuk tidak hanya mengancam, tetapi benar-benar melapor agar PTUN menentukan keabsahan SK tersebut.

“Kalau saya salah, saya hormat. Tapi kalau benar, apa sanksinya?” tegas Hidayat.

Hidayat juga menyebutkan bahwa ia terakhir bertemu Hellyana pada 1 Juli 2025.

“Untuk terakhir kali bertemu itu, waktu kegiatan Bhayangkara 1 Juli lalu itu.” tambahnya.

Ia menegaskan tidak ingin bermusuhan, tetapi akan melawan jika anggaran negara disalahgunakan.

“Hidup saya tidak mau musuh dengan orang, tapi saya akan lawan jika uang rakyat digunakan tidak sesuai aturan,” tutupnya.

Polemik Kepemimpinan di Babel

Konflik ini mencerminkan ketegangan antara Gubernur dan Wagub Babel terkait pengelolaan anggaran dan tugas dinas.

SK Biro Hukum menjadi pemicu, dengan Hellyana merasa kinerjanya dibatasi, sementara Hidayat menilai aturan tersebut penting untuk transparansi dan efisiensi.

Publik kini menanti langkah lanjutan bagaimana polemik ini memengaruhi dinamika kepemimpinan di Bangka Belitung.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.