Kemenag Babel Tanam Pohon di Pulau Mansinam, Gaungkan Harmoni dan Persaudaraan Melalui Gerakan Ekoteologi

oleh -264 Dilihat
oleh
banner 468x60

MANOKWARI, BERITA-FAKTA.COM – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan diwujudkan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui partisipasi aktif dalam Gerakan Ekoteologi Kementerian Agama berupa aksi penanaman pohon dan pelestarian lingkungan di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026).

 

banner 336x280

Kegiatan bertema “Merawat Ciptaan Tuhan, Menumbuhkan Harmoni dan Persaudaraan” tersebut diikuti Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kanwil Kemenag Kepulauan Bangka Belitung, Pril Marori, bersama Plt. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Babel, Irine Pril Marori, didampingi Pembimbing Masyarakat Kristen, yang juga Ketua Umum LPPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Freddy Krissanjaya, serta official, panitia, dan Kontingen PESPARAWI XIV Nasional Tahun 2026.

 

Aksi penghijauan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan nasional Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) XIV Tahun 2026, sekaligus mempertegas komitmen Kementerian Agama dalam mengintegrasikan nilai keagamaan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup.

 

Di tengah terik matahari Pulau Mansinam yang sarat nilai sejarah dan spiritual bagi umat Kristiani di Tanah Papua, para peserta menanam berbagai jenis pohon sebagai simbol kepedulian terhadap bumi dan tanggung jawab bersama menjaga keberlanjutan kehidupan.

 

Plt. Kakanwil Kemenag Babel, Pril Marori, menegaskan bahwa gerakan ekoteologi tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan langkah nyata menghadirkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Melalui kegiatan ini, kita diajak menyadari bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama. Pohon yang ditanam hari ini adalah investasi kehidupan yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang,” ujarnya.

 

Menurut Pril, gerakan ekoteologi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Kepedulian terhadap lingkungan, kata dia, menjadi titik temu yang mampu menyatukan berbagai latar belakang dalam satu tujuan mulia.

 

“Keberagaman yang hadir dalam PESPARAWI Nasional ini menunjukkan bahwa merawat alam dapat menjadi perekat harmoni dan persaudaraan. Dari sini kita belajar bahwa menjaga bumi adalah tugas bersama tanpa memandang perbedaan,” tambahnya.

 

Partisipasi DWP Kanwil Kemenag Babel bersama official dan kontingen juga mencerminkan dukungan penuh terhadap program prioritas Kementerian Agama yang menempatkan isu lingkungan sebagai bagian penting dari pembangunan kehidupan beragama yang berkelanjutan.

 

Pulau Mansinam dipilih sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain dikenal sebagai salah satu pusat sejarah masuknya Injil di Tanah Papua, pulau ini juga menjadi simbol spiritual yang mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam ciptaan-Nya.

 

Melalui aksi penanaman pohon tersebut, Kontingen Kepulauan Bangka Belitung tidak hanya hadir sebagai peserta ajang nasional, tetapi juga mengambil bagian dalam gerakan nyata menjaga kelestarian lingkungan. Semangat itu sejalan dengan pesan besar Ekoteologi Kementerian Agama bahwa merawat alam berarti merawat kehidupan, menumbuhkan harmoni, dan memperkokoh persaudaraan di tengah keberagaman bangsa.

 

Satu pohon yang ditanam hari ini mungkin tampak sederhana. Namun, dari akar yang tumbuh dan batang yang kelak menjulang, tersimpan harapan besar bagi masa depan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan. Dari Pulau Mansinam, pesan cinta terhadap alam dan sesama kembali diteguhkan untuk Indonesia.

Sumber : Humas Kanwil Kemenag Babel

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.