Kadin Babel Gelar Gerakan Pangan Murah di Parit Padang, Warga Protes Kupon Bantuan Tak Merata

oleh -143 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUNGAILIAT, BANGKA – Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Kelurahan Parit Padang, Kecamatan Sungailiat, pada Rabu (10/12/2025) menjadi sorotan karena menimbulkan keributan dan protes dari warga setempat. Ratusan warga yang mengantre sempat mendatangi ketua RT, Kepala Lingkungan (Kaling), bahkan Kantor Kelurahan Parit Padang untuk mempertanyakan mekanisme dan distribusi kupon pembelian beras murah.

​Keributan ini terjadi lantaran banyak warga Kelurahan Parit Padang tidak mendapatkan kupon yang seharusnya menjadi akses untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau dalam kegiatan yang digelar di wilayah mereka sendiri.

banner 336x280


​Sejumlah perwakilan RT dan Kaling Kelurahan Parit Padang mendatangi langsung panitia pelaksana GPM Kadin Babel di lokasi acara untuk menyampaikan kekecewaan. Mereka mengaku dituduh oleh masyarakat tidak membagikan kupon pembelian beras murah.

​”Pagi ini kita sedang berada di Sungailiat, kegiatan Gerakan Pangan Murah 2025 yang diselenggarakan oleh Kadin Bangka Belitung,” ujar salah satu perwakilan Kaling.

Ia menambahkan bahwa masyarakat bahkan mendatangi Kantor Lurah karena tidak mengetahui adanya distribusi kupon.

​”Tadi kuponnya dititipin ke Kaling. Karena Kaling ini tidak dapat (kupon), Pak. Kami juga dari Kantor Lurah juga tidak dapat,” ungkap perwakilan Kaling tersebut.

​Perwakilan RT dan Kaling sangat menyayangkan sistem distribusi kupon yang terkesan tertutup. Mereka mengungkapkan bahwa banyak warga yang tidak mendapatkan kejelasan.

​”Kami datang ke Pak Lurah untuk meminta izin. Jadi Pak Lurah tidak bisa menjelaskan ke masyarakat bahwa ada jual sembako murah di sini, masukan di situ. Tapi banyak warga tidak dapat ya?” tanya salah satu perwakilan di hadapan panitia.

​Mereka juga mempertanyakan keterangan dari panitia mengenai siapa saja yang mendapatkan kupon.

“Tadi informasi dari warganya katanya kuponnya sudah dititipin sama Kaling. Kami tanya ke Kaling yang baru, katanya sudah didata, tapi enggak ada kayak kita juga,” jelasnya.

​Ironisnya, acara yang digelar di Parit Padang justru membuat warga Parit Padang sendiri kesulitan mendapatkan informasi dan kupon.

​”Kita tanya ke Pak Lurah, Pak Lurah juga enggak tahu bagaimana kita menjelaskan ke masyarakat kalau di sini ada kupon untuk mendapatkan sembako murah. Padahal acaranya di Parit Padang, Parit Padang ini enggak dapat,” tutup perwakilan warga sambil menyebutkan bahwa hanya RT 1, RT 9, dan RT 5 yang disebut-sebut mendapat kupon.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KADIN Babel selaku penyelenggara terkait mekanisme distribusi kupon yang menyebabkan protes dari warga dan aparat lingkungan Kelurahan Parit Padang ini.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.