Tiga Penyuluh Agama Islam KUA Pangkal Balam Kolaborasi dengan BKKBN Beri Bimwin Calon Pengantin

oleh -231 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITAFAKTA.COM – Tiga Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkal Balam berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin (Catin).

 

banner 336x280

Kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Pangkal Balam pada Rabu (10/12) ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan komprehensif terkait pembentukan Keluarga Harmonis dan upaya Pencegahan Stunting sejak dini.

 

Tiga PAI yang bertugas sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Awal Susilo, S.Kom.I., Sutiani, S.Ag., dan Siska, S.Pd.I.

 

Awal Susilo menjelaskan bahwa Bimwin saat ini tidak hanya berfokus pada dimensi spiritual dan hukum perkawinan, tetapi juga diperluas untuk mencakup kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

 

“Kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam KUA Pangkal Balam dengan BKKBN adalah langkah strategis dalam upaya pemerintah menekan angka stunting. Calon pengantin adalah garda terdepan dalam merencanakan keluarga sehat, sehingga edukasi harus dimulai dari tahap pra-nikah,” ujar Awal.

 

Materi yang disampaikan mencakup perencanaan keuangan keluarga, komunikasi efektif antar pasangan, hak dan kewajiban suami-istri, serta pengetahuan mendalam mengenai gizi dan kesehatan reproduksi sebagai bekal mencegah stunting pada anak kelak.

 

Sutiani, S.Ag., menambahkan bahwa aspek spiritualitas dalam membentuk keluarga harmonis menjadi fondasi penting. “Keluarga yang harmonis adalah keluarga yang mampu menjalankan peran dan fungsi agama dengan baik. Hal ini akan menunjang kesehatan mental dan fisik, yang secara tidak langsung juga berdampak pada kualitas pengasuhan anak,” jelasnya.

 

Sementara itu, Siska, S.Pd.I., menyoroti pentingnya peran perempuan dan laki-laki dalam kesetaraan parenting dan pencegahan stunting. “Peran ayah dan ibu sama pentingnya dalam memastikan pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun,” tegas Siska.

 

Para calon pengantin menyambut antusias kegiatan ini, yang dinilai memberikan informasi praktis dan mendasar sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Diharapkan, ilmu yang didapat dapat diterapkan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sekaligus bebas dari risiko stunting. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.