Jembatan Emas “Dihantam Badai”: Dishub Babel Beberkan Kronologi dan Kerugian Akibat Amukan Kapal Tongkang!

oleh -436 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Bak kisah Romeo dan Juliet yang tak sampai, Jembatan Emas kembali menjadi sorotan setelah “dicumbu” paksa oleh sebuah kapal tongkang. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Asban Haris, angkat bicara bak nahkoda yang menjelaskan badai, membeberkan kronologi insiden tabrakan yang menggemparkan. Ia menegaskan, bukan Standard Operating Procedure (SOP) yang meleset, melainkan kekuatan alam yang tak terduga menjadi biang keladi.

 

banner 336x280

“Jadi masalah SOP segala macam itu kan itu SOP ya, jadi yang untuk jalur laut itu SOP itu,” terang Asban, memulai penjelasannya. Ia melanjutkan, kapal tongkang tersebut memang tidak masuk dok, namun memanfaatkan air pasang untuk bermanuver. “Fakta yang ada, pelabuhan kita ini pasang surut, air surut bisa masuk, jadi air pasang masuk, pasang masuk,” tambahnya, menggambarkan karakteristik perairan setempat.

 

Namun, di tengah pasang yang menguntungkan itu, datanglah musuh tak terlihat: angin kencang. “Angin dari barat ke tenggara, kata mereka, dan kemudian 15 knot dong anginnya, jadi ngelibar kan, serrrr, ngentamlah bordes ya, bukan di pengaman, bordes loh, bordes, benteng aman kuat,” jelas Asban dengan gestur menggambarkan hantaman dahsyat. Ia menekankan bahwa yang tertabrak adalah “bordes” atau pelataran di sisi jembatan, bukan struktur utama yang lebih vital.

 

Asban juga menyinggung status kapal tongkang yang kosong saat kejadian. “Barang kosong balon, karena anaknya tongkang, kosong,” ujarnya, menggambarkan bagaimana kapal tanpa muatan dapat lebih mudah terombang-ambing oleh kekuatan angin dan arus.

 

Kabar baiknya, pihak kapal yang terlibat dalam insiden ini telah menunjukkan itikad baik. “Mereka bertanggung jawab,” tegas Asban. Perhitungan kerugian material akibat hantaman ini kini sedang dihitung oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). “Nanti tanyalah dengan kawan-kawan di PU, PU lagi ngitungnya sesuai dengan terapnya yang sebenar-benar. Nah, takut salah. Yang ngitung ruginya adalah PU yang tahu,” imbuhnya, menyerahkan wewenang perhitungan pada pihak yang lebih berkompeten.

 

Lebih lanjut, Asban menyatakan bahwa pihak kapal telah membuat berita acara dan siap mengganti kerugian. “Dari terungkapnya berita acara, dan mereka siap ganti waktu rapat hingga sopi,” ungkapnya. Ia pun memastikan, insiden ini tidak berdampak pada struktur utama jembatan. “Dan tidak ada masalah dengan pahiran kita. Tidak ada masalah karena itu bordes, tidak masalah. Jadi tidak berpengaruh terhadap struktur jembatan bawah,” pungkas Asban, menenangkan kekhawatiran masyarakat akan keselamatan Jembatan Emas. (MJ001)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.