PANGKALPINANG, BERITAFAKTA.COM – Dunia pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Sebanyak empat guru Bahasa Inggris di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dinyatakan lolos seleksi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) tahun 2025.
Program bergengsi ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Agama Republik Indonesia dengan lembaga bahasa internasional, British Council.
Keempat tenaga pendidik tersebut berhasil menyisihkan ribuan kompetitor dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka adalah:
1. Mira Karina (MTs Negeri 1 Bangka Selatan)
2. Indra Wahyuni (MTs Negeri 1 Bangka Tengah)
3. Sheila Chudori (MTs Nurul Falah Mesu Timur)
4. Nur Pitriyani (MAS Sabiilul Muhtadiin)
Indra Wahyuni, salah satu guru yang lolos, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia mengaku tidak menyangka bisa terpilih mengingat ketatnya proses kurasi yang diikuti oleh sekitar 5.000 peserta se-Indonesia.
“Tentu tidak menyangka, karena persaingannya sangat ketat di tingkat nasional. Dari 5000 peserta yang dipilih 720 orang. Alhamdulillah saya termasuk di antaranya,” ujar sosok yang akrab disapa Miss Iin tersebut saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (24/12).
Saat ini, para peserta tengah disibukkan dengan rangkaian agenda pelatihan yang intensif. Miss Iin menjelaskan bahwa dirinya sedang fokus menyelesaikan berbagai tugas pengembangan instruksional.
“Saat ini agenda sangat padat, mulai dari penyusunan modul pembelajaran hingga pengisian jurnal refleksi,” tambahnya.
Meski seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara daring (online), hal tersebut tidak menjadi hambatan berarti bagi para peserta. Miss Iin mengaku sejauh ini proses pendampingan berjalan lancar tanpa kendala teknis yang signifikan.
Ia berharap, ilmu yang didapatkan dari para mentor dan narasumber ahli dalam program PKB ini dapat segera diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Inggris di madrasah masing-masing.
“Harapannya, saya dan rekan-rekan guru lainnya dapat menerapkan pengalaman berharga ini kepada siswa, sehingga metode pembelajaran di kelas menjadi lebih inovatif dan efektif,” pungkasnya. (Imelda)











