Eks Kadishut Babel Marwan Aksi Tunggal di Depan Kejati: Tuntut 3 Politisi dan Erzaldi

oleh -144 Dilihat
oleh
banner 468x60

Pangkalpinang, Berita-Fakta – Mantan Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Marwan, kembali menggelar aksi tunggal di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel pada Kamis (30/10/2025). Ia menuntut keadilan dalam kasus dugaan korupsi “Tanam Pisang Tumbuh Sawit” yang melibatkan penyalahgunaan izin lahan 1.500 hektar oleh PT Narina Keisha Imani (NKI) di Waringin Labuh Air Pandan, Kabupaten Bangka.

 

banner 336x280

Aksi ini menarik perhatian karena Marwan sendiri adalah terpidana dalam kasus serupa, meski sempat divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Menggunakan pakaian adat khas Babel, Marwan menyampaikan orasi lantang sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan hukum. “Kami datang ke sini, sudah menganggap bahwa hukum itu tidak ada lagi. Hukum itu sudah tidak bisa dipercayai lagi,” ujar Marwan saat berorasi.

 

Ia secara tegas meminta penegak hukum memproses tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit yang diduga dimiliki tokoh politik dan pengusaha berpengaruh di Babel: Rudianto Tjen, Datok Ramli, dan Abun Rebo. “Tiga perusahaan itu kita minta proses, masak kesalahan orang ditimpal ke Pak Marwan! Kita juga minta Erzaldi diproses, dia yang tanda tangan MoU, masak anak buah yang kena, gak beres itu!” serunya, menyoroti dugaan diskriminasi penegakan hukum.

 

Marwan semakin geram karena pihak lain yang diduga terlibat tidak diproses. “Kalau hukum itu sudah tidak ada maka otomatis aparat penegak hukum pun sudah tidak ada lagi. Yang ada di depan kita ini hanyalah keparat-keparat pendegak hukum,” kecamnya.

 

Koordinator aksi, Ustad Rasid Ridho, mendukung tuntutan Marwan. Ia mempertanyakan mengapa ada pihak yang diduga terlibat tapi tidak dijadikan tersangka.”Apakah ini adalah namanya keadilan? Oleh karena itu kami ucapkan selamat datang kepada Aspidsus yang baru, kepada Asintel yang baru. Mudah-mudahan bisa membongkar ini dan bisa lebih berani,” kata Rasid.

 

Rasid berharap pejabat baru di Kejati Babel menegakkan hukum tanpa pandang bulu, sesuai arahan Kejaksaan Agung dan Presiden Prabowo Subianto. “Kami tidak memerlukan Kejati-Kejati yang penakut, dan Kejati-Kejati, dan Jaksa-Jaksa yang nakal. Oknum-oknum jaksa yang selama ini memihak kepada orang-orang yang kuat,” tutupnya, disambut dukungan peserta aksi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.