BANGKA, BERITA-FAKTA.COM – Keceriaan dan semangat kebersamaan mewarnai pagi terakhir pelaksanaan Kemah Pemuda Lintas Agama yang diinisiasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pangkalpinang.
Bertempat di halaman Pondok Pesantren Daar El Ihsan, ratusan peserta dari berbagai latar belakang keyakinan mengawali hari terakhir mereka dengan menggelar senam pagi bersama pada Minggu (21/6/2026).
Kegiatan olahraga bersama ini dipandu langsung oleh Sekretaris FKUB Pangkalpinang, Zamhari, dengan menghadirkan Ustadzah Rohati sebagai instruktur utama, didampingi oleh beberapa perwakilan peserta dari masing-masing utusan agama di barisan depan.
Suasana pelataran pesantren tampak semarak dan penuh keakraban saat musik mulai berdentum memecah udara pagi.
Para peserta tampak antusias mengikuti ritme gerakan yang bervariasi.
Kemeriahan diawali dengan Senam Poco-Poco yang legendaris, dilanjutkan dengan Senam Anak Indonesia Hebat, lalu Senam Bedincak yang kental dengan nuansa Melayu lokal Bangka Belitung, dan ditutup dengan penuh gelak tawa melalui Senam Kewer-Kewer. Tidak ada sekat pembatas; semua membaur, bergerak, dan berkeringat bersama dalam satu harmoni.
Sekretaris FKUB Kota Pangkalpinang, Zamhari, mengungkapkan bahwa kegiatan senam lintas agama ini bukan sekadar aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh, melainkan sebuah simbol kekuatan, harmonisasi, dan pemersatu bagi generasi muda daerah.
“Melalui gerak dan lagu yang beragam dalam senam pagi ini, kita ingin menanamkan pesan mendalam bahwa perbedaan itu indah jika diselaraskan dalam satu irama kebersamaan. Senam ini mencerminkan esensi dari kemah kita: berbeda dalam keyakinan dan teologi, namun tetap kompak, sehat, dan selaras dalam kemanusiaan demi menjaga kerukunan di Kota Pangkalpinang,” ungkap Zamhari di sela-sela kegiatan.
Zamhari juga mengapresiasi Pondok Pesantren Daar El Ihsan yang telah menjadi tuan rumah yang hangat. Menurutnya, kerelaan sebuah institusi keagamaan menerima kehadiran pemuda dari berbagai agama lain untuk berkemah bersama adalah bukti nyata bahwa toleransi di Pangkalpinang sudah tumbuh di level akar rumput.
Zamhari pun mengaku terharu melihat antusiasme para pemuda. “Melihat mereka saling melempar senyum, bercanda saat gerakannya keliru, dan saling menyemangati tanpa peduli apa agamanya, membuat kita optimis akan masa depan kerukunan di kota ini,” ujarnya singkat.
Setelah keseruan senam bersama, rangkaian kegiatan Kemah Pemuda Lintas Agama ini kemudian diakhiri dengan sesi terakhir berupa penanaman pohon bersama sebagai bentuk aksi ekoteologi.
Aksi simbolis tersebut sekaligus menutup seluruh jalannya acara dengan resmi. Para peserta kemudian bersiap untuk kembali ke komunitas masing-masing dengan membawa serta komitmen kuat untuk terus merawat kerukunan di Kota Pangkalpinang. (Gema)










