BWS Babel Gelar Sosialisasi Proyek Tanggul dan Normalisasi Sungai Rangkui Senilai Rp4 Miliar

oleh -521 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kerusakan struktural akibat faktor usia bangunan dan abrasi aliran sungai yang memicu luapan banjir di kawasan pusat ekonomi Kota Pangkalpinang akhirnya mendapat kepastian penanganan. Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (SNVT PJSA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung menggelar koordinasi dan sosialisasi akbar penanganan infrastruktur tersebut pada Selasa (7/7/2026) di Aula Kantor Kecamatan Taman Sari.

 

banner 336x280

Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi dampak bencana yang lebih luas, menyusul erosi tebing sungai yang berbatasan langsung dengan permukiman warga terpantau kian masif. Saat intensitas hujan tinggi berbarengan dengan fenomena pasang air laut, kapasitas sungai saat ini gagal menampung debit air, sehingga melimpas ke badan jalan dan merendam fasilitas umum maupun perumahan warga. Titik kerusakan paling krusial berada di bawah Pintu Air Kelurahan Kejaksaan, kawasan Pasar Burung, serta daerah Pasar Padi yang menjadi urat nadi perekonomian kota.

 

 

Pelaksanaan proyek ini didasari oleh usulan strategis melalui Surat Walikota Pangkalpinang kepada Menteri Pekerjaan Umum Nomor 650/1172/PUPR/XII/2025 perihal Usulan Kegiatan Tahun 2026 untuk Penanggulangan Banjir Kota Pangkalpinang.

 

Respons tersebut diperkuat secara administratif melalui Surat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang kepada Kepala BWS Bangka Belitung Nomor 600.1.5.1/83/SUBKOR-PERSDA/I/2026 tertanggal 23 Februari 2026 mengenai permohonan perbaikan talud akibat amblesnya struktur pembatas akibat bencana hidrometeorologi di Kecamatan Taman Sari.

 

Proyek pemulihan infrastruktur publik ini dipastikan berjalan menggunakan dukungan finansial dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Berikut rincian data administratif proyek tersebut:

 

• Nama Proyek: Pembangunan Tanggul Dan Normalisasi Alur Sungai Rangkui Di Kota Pangkalpinang.

 

• Lokasi Pekerjaan: Sungai Rangkui, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

• Instansi Pemilik: SNVT PJSA BWS Bangka Belitung, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

 

• Kontraktor Pelaksana: PT. Vanesa Citra Nusantara.

 

• Nomor & Tanggal Kontrak: HK.02.03/03/KONST/Bws4.6.1/2026 (08 Juni 2026).

 

• Nilai Kontrak Konstruksi: Rp 4.080.943.200,- (Empat Miliar Delapan Puluh Juta Sembilan Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Dua Ratus Rupiah).

 

• Konsultan Pelaksana: PT. Pilar Nawa Seta KSO CV. Boarta Lestari Consultant.

• Nilai Kontrak Supervisi: Rp 666.200.000,-.

 

• Waktu Pelaksanaan: 207 Hari Kalender.

 

• Waktu Pemeliharaan: 365 Hari Kalender.

 

 

Berdasarkan cetak biru perencanaan teknis (tipikal desain) yang dipaparkan dalam sosialisasi, proyek penataan kali ini mencakup tiga fokus zonasi intervensi fisik utama yang terintegrasi secara fungsional:

 

• Pekerjaan Konstruksi Sungai Rangkui (DPT): Pemasangan Dinding Penahan Tanah (DPT) struktur beton bertulang K-250 berkekuatan tinggi yang diperkuat tiang pancang cerucuk miring terbimbing bawah tanah guna menahan laju abrasi tebing secara permanen di Kelurahan Kejaksaan (Kecamatan Taman Sari).

 

• Parapet Dermaga Opas: Pembangunan dinding pengaman (parapet) struktural di wilayah Kelurahan Pasar Padi (Kecamatan Girimaya) untuk menaikkan ambang batas tinggi muka air tanah terhadap luapan limpasan sungai ke jalan utama.

 

• Rehabilitasi Bangunan Pintu Air Pasar Burung: Tindakan rekonstruksi mekanikal-elektrikal pada pintu air pembatas di Kelurahan Opas (Kecamatan Taman Sari) yang mengalami kerusakan mekanis agar dapat berfungsi kembali secara optimal dalam tata kelola pengaturan debit sirkulasi air.

 

 

Perwakilan BWS Bangka Belitung, Agus Angka, menjelaskan bahwa proses penganggaran untuk pengendalian banjir di wilayah ini menghadapi tantangan yang cukup besar. Dari pagu anggaran yang diperjuangkan sekitar Rp5 miliar, nilai yang berhasil terkontrak adalah sebesar Rp4 miliar.

 

“Dari sisi penganggaran pun sulit sekali, tahun ke depan pun kita belum tentu bisa mendapatkan. Jadi mari kita manfaatkan anggaran yang tersedia ini dengan baik, dan tentu kita buktikan bahwa masyarakat mendukung penuh sehingga nanti kalau kita mau mengusulkan lagi akan lebih mudah tanpa hambatan,” ujar Agus.

 

Ia menambahkan bahwa pengendalian banjir idealnya dilakukan dalam satu kesatuan sistem yang utuh sesuai dengan master plan yang telah dimiliki. Namun, keterbatasan anggaran memaksa realisasi di lapangan harus dilakukan secara bertahap.

 

“Harapan kami seluruh tanggul dari pintu air sampai ke hilir, mungkin ke pintu terakhir pasangan batu, itu bisa kita tinggikan secara tuntas. Terus juga normalisasi pengurukan itu bisa semuanya,” tambahnya.

Dalam rencana induk (master plan) besar pengendalian banjir tersebut, kawasan hilir seperti Teluk Bayur sebenarnya telah diprogramkan untuk pembangunan kolam retensi besar dan pintu pasang surut. Pihak BWS menegaskan akan terus berkoordinasi dan berusaha bersama Penjabat (Pj) Walikota Pangkalpinang untuk memperjuangkan program tersebut ke pusat secara berkelanjutan.

 

Melalui akselerasi realisasi fisik pemulihan struktur ini, BWS Bangka Belitung bersama jajaran pemerintah daerah berharap stabilitas lingkungan di sekitar bantaran Sungai Rangkui dapat kembali pulih, sekaligus meminimalkan risiko kerugian material sektor ekonomi mikro perkotaan akibat ancaman limpasan banjir tahunan. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.