Bekerja Dedikatif dan Melayani dengan Hati, Pesan Terakhir Freddy Krissanjaya untuk ASN Kemenag Babel

oleh -254 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Pentingnya pencegahan benturan kepentingan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih menjadi sorotan utama dalam apel pagi di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (14/9/2026).

 

banner 336x280

Dalam amanatnya di hadapan jajaran pejabat dan seluruh pegawai, demisioner Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kanwil Kemenag Babel, Paulus Freddy Krissanjaya, memaparkan secara komprehensif mengenai strategi Penanganan Benturan Kepentingan.

 

Materi tersebut dinilai sangat relevan dengan peran Freddy yang juga tergabung dalam Tim Area V Zona Integritas Kanwil Kemenag Babel. Area ini berfokus pada Penguatan Pengawasan guna meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih serta bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

 

Freddy menegaskan bahwa benturan kepentingan merupakan hal yang wajib dihindari dalam upaya mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), di mana proses pencegahan menjadi langkah yang sangat krusial.

 

Sebagai contoh konkret, Freddy menjelaskan prosedur dalam pengadaan barang dan jasa. Apabila terdapat pejabat yang masuk dalam tim pengadaan dan memiliki anggota keluarga yang menjadi peserta lelang, maka pejabat tersebut wajib mengundurkan diri dari kepanitiaan. Langkah ini harus diambil demi menghindari konflik kepentingan serta potensi KKN.

 

Menurutnya, penanganan benturan kepentingan yang konsisten bertujuan agar instansi tetap mendapatkan dan menjaga kepercayaan dari masyarakat atas pelayanan publik yang diberikan.

 

Momentum apel pagi tersebut sekaligus menjadi ajang penyampaian pamit bagi Freddy. Ia mengabarkan bahwa per tanggal 2 September lalu, dirinya telah resmi menerima Surat Keputusan (SK) dan dilantik sebagai Pembimas Kristen pada Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Untuk itu, ia memohon izin undur diri dari Kanwil Kemenag Babel untuk melanjutkan tugas dan pengabdiannya di tempat yang baru.

 

Perjalanan tugas selama 18 tahun di Kanwil Kemenag Babel memberikan kesan dan arti yang sangat mendalam bagi Freddy. Banyak hal yang telah ia pelajari serta berbagai kontribusi yang telah disumbangkan selama kurun waktu tersebut.

 

Ia mengutarakan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan mengabdi di Babel, sembari menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan maupun hal-hal yang kurang berkenan selama kebersamaannya dengan jajaran pegawai.

 

Sebagai penutup amanatnya, Freddy menitipkan pesan moral kepada seluruh pegawai agar terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam bekerja. Ia mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan penuh dedikasi bagi instansi serta melayani masyarakat menggunakan hati, sehingga seluruh ikhtiar yang dilakukan hari ini dapat memberikan manfaat dan arti yang berkelanjutan di kemudian hari. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.