BANGKA, BERITA-FAKTA.COM – Laksana naga yang bangkit dari tidurnya, Koperasi Merah Putih digadang-gadang menjadi lokomotif penggerak ekonomi desa di Kabupaten Bangka.
Penjabat (Pj) Bupati Bangka, Jantani, dengan sorot mata penuh harapan, menegaskan urgensi penggerakan koperasi ini. “Koperasi Merah Putih ini harus digerakkan, Pak,” ujarnya, nadanya bergetar oleh semangat, “karena kalau koperasi itu maju, saya yakin masyarakat desa pun pasti lebih maju dan lebih kompetitif lagi.”
Pernyataan Jantani ini bukan sekadar retorika manis belaka. Ia membayangkan masyarakat desa yang inovatif, bak lebah yang tak henti mencari madu, berburu Pendapatan Asli Desa (PAD) dan Pendapatan Asli Hasil (PAH) sebagai penopang kemakmuran.
Ini adalah visi tentang kemandirian ekonomi, di mana desa tidak lagi sekadar pasrah menunggu uluran tangan, melainkan aktif menciptakan sumber penghidupan.
Namun, di tengah optimisme yang membuncah, terselip pertanyaan yang menggantung di udara: “Apakah nanti tidak akan bertabrakan, Pak, dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini, Pak?” Jantani, dengan keyakinan sekuat karang, langsung menepis keraguan itu.
“Tidak, pasti tidak. Pasti sudah nanti ada mekanisme teknis yang lebih mengatur itu. Saya yakin itu pemerintah pusat sudah membuat aturan-aturan yang paling baik.” Jawaban ini menenangkan, bak air sejuk yang memadamkan api keraguan, menegaskan bahwa sinergi adalah kuncinya, bukan persaingan.
Menjelajah Jejak KDM Jawa Barat: Inspirasi untuk Kemajuan Pertanian dan Teknologi
Harapan untuk kemajuan desa di Bangka tak berhenti sampai di situ. Jantani menyinggung kemungkinan meniru model sukses KDM di Jawa Barat dalam mengelola desa, terutama dalam sektor pertanian, peternakan, dan teknologi.
“Pokoknya kalau itu memang terbaik buat desa, buat masyarakatnya, apapun itu silakan ditiru, dimodifikasi bila perlu, jadi lebih baik,” tegasnya, membuka pintu lebar-lebar bagi inovasi dan adaptasi.
Ini adalah seruan untuk menjadikan desa-desa di Bangka ladang subur inovasi, seperti tanah yang siap ditanami benih-benih kemajuan.
Dengan nada penuh keyakinan, Jantani juga menitipkan pesan kepada Kepala Dinas yang baru untuk membawa marwah yang baik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjadikan desa-desa di Bangka mutiara yang bersinar.
Ibarat nahkoda yang membawa kapal, Kepala Dinas diharapkan mampu mengarahkan desa menuju pelabuhan kemajuan.
Mengenai saran dari Abdesi terkait anggaran peluncuran Koperasi Merah Putih, Jantani menjelaskan bahwa hal tersebut akan dibahas secara internal. “Nanti kami akan bahas dulu internal termasuk tim anggaran, kalaupun memang mumpuni untuk kita tingkatkan, kenapa tidak, Pak?” ujarnya, memberikan harapan bahwa peluang untuk menganggarkan program tersebut akan dipertimbangkan serius.
Ini adalah janji untuk mengolah setiap benih gagasan, agar dapat berbuah manis.
Pada akhirnya, Jantani menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa Kepala Dinas adalah garda terdepan kemajuan daerah. Merekalah ujung tombak yang akan menentukan apakah impian Bangka untuk memiliki desa-desa yang mandiri dan kompetitif akan menjadi kenyataan. Koperasi Merah Putih bukan hanya sebuah program, melainkan jembatan emas menuju masa depan Bangka yang lebih cerah. (MJ001)











