Apel Rutin Kemenag Pangkalpinang: Momentum Meluruskan Niat Melayani Masyarakat

oleh -52 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang kembali menyelenggarakan apel rutin Senin pagi di halaman kantor pada Senin (27/04). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pejabat struktural, fungsional, serta staf ini menjadi ruang penguatan disiplin sekaligus konsolidasi internal dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

 

banner 336x280

Bertindak sebagai Pembina Apel, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Kota Pangkalpinang, Kartika Sari, menekankan pentingnya memaknai apel bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk meluruskan niat dan tujuan dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

 

Dalam amanatnya, Kartika Sari mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Pangkalpinang untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai keikhlasan dalam bekerja. Menurutnya, keikhlasan adalah pondasi utama dalam mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat.

 

“Sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama, kita harus memahami bahwa setiap tugas adalah bentuk pelayanan. Bekerjalah dengan penuh kesabaran dan perkuat nilai-nilai keagamaan sebagai kompas moral dalam menjalankan profesi,” ujar Kartika di hadapan peserta apel.

 

Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis ASN dalam menjaga profesionalisme dan menjadi figur keteladanan (role model) di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap pegawai harus bergerak sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing, terutama bagi mereka yang telah terpilih sebagai Agen Perubahan.

 

Kartika mendorong seluruh jajaran untuk terus memacu kinerja dengan memaksimalkan kapasitas dan kompetensi yang dimiliki. Hal ini krusial agar inovasi birokrasi dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh publik.

 

Secara khusus, Kartika Sari memberikan instruksi terkait efektivitas kerja bagi tenaga fungsional, terutama Pengawas dan Penyuluh Agama. Ia menggarisbawahi pentingnya kehadiran fisik dan kontribusi nyata di lapangan dibandingkan hanya berfokus pada pekerjaan administratif di kantor.

 

“Proporsi kinerja 70% di lapangan bagi pengawas dan penyuluh adalah keharusan dan 30% di kantor. Kita harus lebih banyak mendengar, mendampingi, dan memberikan solusi langsung atas problematika keagamaan maupun pendidikan yang berkembang di tengah masyarakat,” tegasnya.

 

Apel yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama, sebagai wujud komitmen kolektif untuk memulai pekan kerja dengan semangat integritas menuju transformasi layanan umat yang lebih baik. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.