PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Tabir gelap bisnis pertambangan di Negeri Serumpun Sebalai kembali tersingkap dengan fakta baru yang mengejutkan. Pasca penangkapan 10 ton balok timah ilegal oleh Polresta Pangkalpinang, tersiar kabar bahwa pemilik asli barang tersebut, yakni oknum berinisial BS beserta rekan-rekannya, diduga telah melarikan diri ke Jakarta untuk menghindari jeratan hukum.
Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pangkalpinang sebelumnya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan raksasa berupa 10 ton balok timah senilai kurang lebih Rp5 miliar. Penangkapan yang terjadi pada Rabu malam (1/4/2026) di Jalan Raya Kampak ini menggunakan modus operandi klasik menyembunyikan balok timah di bawah tumpukan limbah kardus menggunakan dump truck bernopol A 9597 B.
Hingga saat ini, pihak kepolisian baru mengamankan sopir truk bernama Ferdy. Namun, publik kini menyoroti ketimpangan penegakan hukum jika hanya sang sopir yang dijadikan tumbal dalam kasus kakap ini.
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi melalui pesan singkat dari pihak yang mengaku kerabat salah satu tersangka, terungkap bahwa BS, yang diduga kuat merupakan oknum anggota Polda Babel, tidak lagi berada di Bangka Belitung.
“Jangan cuma sopir saja (yang diproses). Ini didapat kabar Basuki dan rekan kerjanya lari ke Jakarta. Semua aset berupa mobil mewah dan motor sudah disembunyikan ke tempat lain,” bunyi pesan singkat tersebut.
Informasi ini diperkuat dengan adanya upaya sistematis dari para pelaku untuk menghilangkan jejak kekayaan hasil bisnis gelap tersebut. Barang-barang mewah milik BS dilaporkan telah dipindahkan ke lokasi tersembunyi sesaat setelah penggerebekan terjadi.
Menanggapi isu pelarian tersebut, Humas Polresta Pangkalpinang menyatakan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa status BS saat ini sedang dalam proses pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.
“Basuki sudah dilakukan pemeriksaan dan dalam proses penyelidikan serta pengembangan lebih lanjut,” ungkap pihak Humas Polres melalui konfirmasi singkat.
Kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas kepolisian di Bangka Belitung. Masyarakat mendesak agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya, mengingat barang bukti (BB) yang diamankan bukanlah jumlah yang sedikit.
Keterlibatan oknum aparat dalam pusaran bisnis timah ilegal merupakan pelanggaran serius yang merugikan negara miliaran rupiah. Publik kini menanti keberanian Polresta Pangkalpinang untuk menjemput paksa para aktor intelektual yang diduga bersembunyi di ibu kota dan menyita aset-aset hasil kejahatan tersebut. (4WD)












