Akhir Drama Dana Pemprov Mengendap, Laporan Terhadap BSB Resmi Dicabut

oleh -69 Dilihat
oleh
banner 468x60

Pangkalpinang, Berita-Fakta — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, akhirnya angkat bicara soal isu dana mengendap Pemprov Babel yang sempat heboh di publik. Ia menegaskan bahwa tidak ada dana fiktif atau triliunan rupiah yang hilang, melainkan hanya kesalahan administrasi di Bank Sumsel Babel (BSB). Pernyataan ini disampaikan saat wawancara dengan awak media pada Rabu (29/10/2025).

 

banner 336x280

Klarifikasi Gubernur Babel ini menjadi penutup spekulasi yang sebelumnya ramai dibicarakan, termasuk dugaan salah input data hingga laporan ke pihak kepolisian. Berikut penjelasan lengkap dari Hidayat Arsani mengenai dana mengendap Pemprov Babel, penyebabnya, tindakan yang diambil, hingga dampaknya terhadap hubungan dengan BSB.

 

Hidayat Arsani menjelaskan bahwa isu dana mengendap bermula dari ketidaksesuaian data antara Pemprov Babel, Bank Sumsel Babel, dan Bank Indonesia (BI) dalam sistem Rekening Koran Online (Reklop). Namun, ia memastikan bahwa uang tersebut benar-benar ada dan tidak ada yang hilang.

 

“Oh, artinya Bank Sumsel, BI, Reklop, memang duit ade. Kesalahan administrasi. Ya biasa manusia, benar terus? Tidak perlu seperti yang lain-lain ribut-ribut. Tidak perlu ribut-ribut lah, kecuali duit ade. Memang tidak ada barang,” tegas Gubernur Hidayat Arsani.

 

Pernyataan ini seolah meredam spekulasi publik yang sempat mengaitkan kasus ini dengan dugaan korupsi atau penggelapan dana daerah. Menurut Hidayat, kesalahan input data adalah hal wajar dalam proses administrasi perbankan, selama tidak ada indikasi hilangnya aset daerah.

 

Meski dianggap sebagai kesalahan administratif, Gubernur Hidayat Arsani memastikan bahwa Pemprov Babel tidak tinggal diam. Pihaknya telah memberikan teguran keras kepada Bank Sumsel Babel atas blunder tersebut. “Kita tegur keras,” imbuh Hidayat.

 

Latar Belakang Isu Dana Pemprov Mengendap

Pemprov Babel juga memastikan akan melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap sistem pengelolaan rekening koran untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

 

Isu ini mencuat setelah adanya ketidaksesuaian data dalam laporan keuangan Pemprov Babel yang dikelola melalui BSB. Sebelumnya, terdapat dugaan bahwa terdapat dana mengendap senilai triliunan rupiah yang tidak tercatat dengan benar, bahkan hingga dilaporkan ke pihak kepolisian.

 

Namun, klarifikasi dari Gubernur Babel menegaskan bahwa:

  • ‌Dana tersebut ada dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • ‌Kesalahan terjadi pada proses input data di sistem Reklop.
  • ‌Tidak ada unsur kesengajaan atau penggelapan.

 

Di sisi lain, kasus ini menjadi pengingat pentingnya akuntabilitas dan ketelitian dalam sistem perbankan daerah, terutama yang melibatkan APBD. Pemprov Babel juga berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan BSB dan BI guna memastikan transparansi dan akurasi data keuangan.(AW/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.