Agustu Afendi Sebut Kemah Pemuda Lintas Agama Pangkalpinang Langkah Sakral dan Berani

oleh -513 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA, BERITA-FAKTA.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pangkalpinang yang sukses menginisiasi Kemah Pemuda Lintas Agama. Kegiatan strategis ini dipusatkan di Pondok Pesantren Daar El Ihsan, Desa Petaling, Kabupaten Bangka, dan resmi dibuka pada Jumat (19/6/2026).

 

banner 336x280

Hadir mewakili Walikota Pangkalpinang, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Pangkalpinang, Agustu Afendi, menyebut agenda ini sebagai langkah berani sekaligus sakral dalam merawat tenun kebangsaan di tingkat akar rumput.

 

“Kegiatan ini sangat sakral karena Pangkalpinang menjadi satu-satunya daerah yang berani mengadakan Kemah Pemuda Lintas Agama. Ini adalah bukti nyata bahwa pemuda kita siap menjadi garda terdepan dalam menjaga iklim kondusif,” ujar Agustu saat menyampaikan sambutannya.

 

Sebagai bentuk komitmen dan dukungan moril dari pemerintah daerah, Agustu mengumumkan bahwa seluruh peserta yang terlibat dalam kemah bakti ini tidak akan pulang dengan tangan kosong. Pemerintah Kota bersama FKUB bakal menganugerahkan piagam penghargaan khusus kepada para peserta sebagai “Aktor Kerukunan”.

 

Penghargaan ini, lanjut Agustu, bukan sekadar simbolis, melainkan sebuah mandat dan legalitas bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan dalam memitigasi potensi konflik intoleransi di lingkungan mereka masing-masing.

 

Optimisme tersebut didasari oleh kualitas pembekalan yang diterima peserta selama berkemah. Mereka digembleng dengan berbagai materi mumpuni mengenai toleransi, wawasan kebangsaan, dan moderasi beragama yang disampaikan langsung oleh para pakar serta narasumber yang berkompeten di bidangnya.

 

Dalam forum tersebut, Agustu juga memaparkan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada umumnya, dan Kota Pangkalpinang pada khususnya, merupakan miniatur ideal dari keberhasilan tata kelola moderasi beragama di Indonesia. Keharmonisan yang terjaga hingga saat ini dinilai layak menjadi laboratorium percontohan bagi daerah lain di tanah air.

 

Ia mengaitkan keberhasilan ini dengan luhurnya kearifan lokal yang telah mengakar berabad-abad di Bumi Serumpun Sebalai, salah satunya melalui filosofi kebersamaan masyarakat lokal.

 

“Di Bangka Belitung, kita memiliki fondasi budaya yang sangat kuat melalui istilah Thong Ngin Fan Ngin Tjit Jong (Tionghoa dan Melayu Sama Saja). Istilah ini adalah refleksi konkret dari semboyan Bhineka Tunggal Ika yang hidup, tumbuh, dan dipraktikkan dalam keseharian masyarakat kita,” tegasnya.

 

Mengakhiri arahannya, Pemkot Pangkalpinang menitipkan harapan besar agar momentum kemah lintas agama ini tidak berhenti saat tenda-tenda dirobohkan. Seluruh peserta diminta menyerap esensi materi dengan optimal dan menginternalisasikannya dalam kehidupan sosial.

 

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi materi dengan saksama. Yang paling krusial adalah bagaimana mengaplikasikan nilai-nilai toleransi ini pasca-kegiatan, sehingga pemuda mampu menjadi jembatan dialog yang mendinginkan suasana di tengah keberagaman umat,” tutur Agustu menutup sambutannya. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.