MUI Pangkalpinang Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik, Tekankan Pengabdian dan Amanah Umat

oleh -785 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pangkalpinang masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua MUI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Prof. Dr. H. Hatamar Rasyid. Prosesi khidmat tersebut berlangsung di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, pada Rabu (22/7/2026). Momentum ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat pengabdian ulama bagi kemaslahatan umat serta memperkokoh sinergitas dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

 

banner 336x280

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kota Pangkalpinang terpilih, K.H. Zainuddin Alwi, menyampaikan rasa syukur mendalam sekaligus menekankan bahwa jabatan yang diemban merupakan tanggung jawab moral yang sangat berat, bukan sekadar simbol kehormatan.

 

“Hari ini kita tidak menerima kehormatan, tetapi amanah yang sangat berat. Sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Ghazali, hal paling berat di dunia ini adalah amanah, karena tidak semua orang bisa menjaganya. Amanah menuntut seseorang untuk siap berkorban, sedangkan kehormatan hanya membuat orang selalu meminta dihormati,” tegas K.H. Zainuddin Alwi.

 

Beliau mengajak seluruh jajaran pengurus untuk saling bahu-membahu serta terbuka menerima teguran jika dalam menjalankan tugas keluar dari aturan. Mengutip ajaran Al-Qur’an tentang kewajiban menyampaikan amanah, beliau menegaskan bahwa MUI bukanlah wadah untuk mencari ketenaran, melainkan tempat bagi mereka yang paling banyak memberikan manfaat nyata bagi umat.

 

“Masyarakat kita tidak membutuhkan ulama yang hanya pandai berbicara, tetapi ulama yang siap sedia membantu dan membawa ketenangan. Perbedaan adalah kenyataan, tetapi persatuan adalah kewajiban. Di tengah dunia yang berubah cepat, ulama harus hadir sebagai penyejuk, bukan penyulut. Jabatan ini akan selesai, namun doa dari orang-orang yang telah kita bantu tidak akan pernah hilang,” tambahnya.

 

K.H. Zainuddin Alwi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Pangkalpinang atas dukungan berkelanjutan terhadap program kerja MUI, khususnya fasilitasi kepengurusan sertifikat produk halal bagi para pelaku usaha.

 

Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Prof. Dr. H. Hatamar Rasyid, secara resmi merestui kepengurusan MUI Pangkalpinang yang baru dilantik. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya keselarasan tugas utama MUI dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam merespons tantangan keumatan maupun isu-isu strategis nasional dan internasional sebagaimana kerap disinggung oleh Presiden.

 

Prof. Hatamar berharap jajaran pengurus MUI Kota Pangkalpinang masa khidmat 2026–2031 dapat menjalankan amanah organisasi dan menurunkan program-program prioritas pusat agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat dasar.

 

Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkot Pangkalpinang, Agustu Afendi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi MUI Kota Pangkalpinang. Agustu menyoroti peran vital MUI Pangkalpinang sebagai satu-satunya lembaga daerah yang secara aktif membantu penerbitan sertifikat halal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

Agustu juga mengungkapkan rasa tersentuhnya atas nasihat Ketua MUI Pangkalpinang mengenai hakikat amanah. Menurutnya, memberikan manfaat bagi sesama demi menggapai ridho Allah akan membawa keberkahan hidup.

 

“Salam hangat dari Wali Kota Pangkalpinang. Kami tegaskan bahwa dana hibah untuk MUI akan terus kami kawal, khususnya untuk bantuan sertifikasi produk halal. Namun tentunya jika ada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini mulai digenjot melalui program parkir berlangganan, ketaatan pajak, dan retribusi sampah yang memperkuat kapasitas fiskal daerah, alokasi dana hibah kepada MUI akan kita tambah,” tegas Agustu Afendi.

 

Di akhir sambutannya, Agustu mengajak MUI untuk terus mempererat sinergi melalui dakwah yang sejuk guna mewujudkan Pangkalpinang sebagai kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Langkah bersama ini juga mencakup penguatan mimbar khotbah dan dakwah untuk memberikan edukasi keagamaan serta meluruskan fenomena sosial menyimpang, seperti keberadaan komunitas LGBT di tengah masyarakat. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.