BANGKA, BERITA-FAKTA.COM — Kreativitas dan semangat toleransi melebur jadi satu dalam gelaran Kemah Pemuda Lintas Agama yang berlangsung di Pondok Pesantren Daar El-Ihsan Petaling. Memasuki hari kedua, suasana perkemahan kian memanas—bukan karena gesekan, melainkan karena persaingan sengit para peserta dalam adu kreasi mendirikan dan menghias tenda.
Tepat pada Sabtu (20/06), Panitia Tim Penilai Lomba Kreasi Tenda bergerak menyisir seluruh area bumi perkemahan untuk melakukan penilaian objektif terhadap mahakarya visual yang disajikan oleh para pemuda dari berbagai latar belakang agama tersebut.
Untuk menjaga independensi dan ketajaman penilaian, panitia menunjuk tiga dewan juri yang berkompeten di bidangnya. Mereka adalah Lucia Lastari, Runnandi, dan Rohati. Ketiganya tampak teliti memeriksa setiap sudut perkemahan, mencatat detail-detail kecil, hingga berdialog langsung dengan para peserta guna menggali filosofi di balik konsep tenda yang dibangun.
Proses penilaian ini tidak main-main. Tim juri menetapkan tiga kriteria utama yang wajib dipenuhi oleh para peserta untuk bisa membawa pulang gelar juara, yaitu:
– Kebersihan: Bagaimana peserta menjaga sanitasi di dalam dan sekitar area tenda.
– Kerapian: Presisi pemasangan pasak, bentangan tali, serta tata letak barang bawaan di dalam tenda.
– Keunikan: Sisi orisinalitas, estetika, dan pesan simbolis (seperti unsur akulturasi budaya atau moderasi beragama) yang dituangkan dalam dekorasi tenda.
Di sela-sela proses penjurian yang ketat, salah satu dewan juri, Rohati, memberikan pandangannya mengenai esensi dari perlombaan ini. Menurutnya, lomba kreasi tenda ini bukan sekadar ajang pamer keindahan visual, melainkan sebuah miniatur dari gotong royong dan harmonisasi nyata di tengah perbedaan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras para peserta. Apa yang kami nilai hari ini melampaui sekadar kain terpal yang berdiri tegak. Di balik kebersihan, kerapian, dan keunikan tenda-tenda ini, ada ego yang ditekan, ada komunikasi yang dijalin, dan ada kolaborasi lintas iman yang sangat indah. Tenda yang kokoh dan rapi ini adalah simbol bahwa ketika pemuda berbeda keyakinan bersatu dan bekerja sama, mereka bisa menciptakan sesuatu yang harmonis dan nyaman untuk ditinggali bersama,” ujar Rohati di lokasi perkemahan.
Hingga berita ini diturunkan, proses rekapitulasi nilai masih berlangsung ketat di meja panitia. Pengumuman pemenang Lomba Kreasi Tenda ini dijadwalkan akan dibacakan pada besok saat penutupan, yang diprediksi akan menjadi momen paling emosional sekaligus merekatkan tali persaudaraan para pemuda lintas agama tersebut. (Imelda)









