Pariwisata Pangkalpinang Menangis: Kapolresta Baru Ditantang Bongkar Jaringan Mafia Solar Subsidi di Tanjung Bunga

oleh -725 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Keindahan Pantai Pasir Padi yang menjadi ikon pariwisata Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini berada di ambang kehancuran. Aktivitas penambangan timah menggunakan Ponton Isap Produksi (PIP) di kawasan Tanjung Bunga dan sekitarnya kian merajalela. Ironisnya, operasi perusak lingkungan ini diduga kuat disokong oleh pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang diselewengkan.

 

banner 336x280

Kondisi ini menjadi rapor merah sekaligus tantangan besar bagi Kapolresta Pangkalpinang yang baru untuk menunjukkan taringnya dalam penegakan hukum tanpa pandang bulu.

 

Dampak sosial-ekologi dari aktivitas tambang di Tanjung Bunga telah memberikan hantaman keras bagi sektor pariwisata Kota Pangkalpinang. Pantai Pasir Padi yang seharusnya menjadi pusat perputaran ekonomi kreatif dan hiburan masyarakat, kini justru “menangis” akibat pencemaran dan kerusakan ekosistem pesisir.

 

“Dengan dalih mencari makan dan mencari timah untuk sesuap nasi, mereka melegalkan kerusakan ekologi jangka panjang. Efek domino dari aktivitas ini sangat merugikan wajah pariwisata Pangkalpinang,” ujar salah satu warga yang prihatin terhadap kondisi pesisir saat ini.

 

 

Berdasarkan investigasi dan pantauan di lapangan, praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi ini terlihat sangat vulgar. Pemandangan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sepanjang jalan Kota Pangkalpinang dipenuhi oleh mobil-mobil tua yang sudah berkarat alias mobil omprengan.

Fenomena mengerikan ini bukanlah hal baru, melainkan modus klasik yang terus berulang.

 

Mobil-mobil tua sengaja digunakan oleh para pelaku pengepul untuk menguras solar subsidi langsung dari pompa SPBU.

 

Solar subsidi yang hakikatnya untuk rakyat kecil, dialihkan demi menghidupkan mesin-mesin ponton isap perusak alam di Tanjung Bunga.

 

Kehadiran Kapolresta Pangkalpinang yang baru diharapkan mampu membawa dampak signifikan serta angin segar bagi penegakan hukum lingkungan hidup dan tata niaga BBM di wilayah hukum Pangkalpinang.

Masyarakat mendesak agar pihak kepolisian segera bertindak:

 

• Melakukan investigasi menyeluruh terhadap SPBU yang melayani mobil-mobil “pengerit” dan melacak jaringan pengepul hingga ke tingkat penambang.

 

• Menertibkan aktivitas ponton isap yang tidak berizin atau merusak kawasan pariwisata.

 

• Membuka pintu keterbukaan informasi kepada publik terkait penindakan hukum secara jelas dan gamblang.

 

Keberanian Kapolresta yang baru sangat dinantikan untuk membongkar jaringan mafia solar subsidi ini. Publik berharap hukum tidak lagi tajam ke bawah dan tumpul ke atas, demi menyelamatkan masa depan ekologi serta pariwisata Kota Pangkalpinang. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.