Berita-Fakta — Ramadhan tak sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial. Memasuki hampir dua pekan puasa, Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama Baznas Kota Pangkalpinang menggulirkan gerakan besar pembayaran zakat melalui kegiatan fundraising yang melibatkan instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga seluruh OPD di lingkungan pemerintah kota.
Gerakan ini diawali langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin, Ph.D, bersama Wakil Wali Kota yang menunaikan zakat sebagai simbol komitmen dan keteladanan. Langkah tersebut menjadi penegas bahwa zakat bukan sekadar kewajiban personal, melainkan gerakan kolektif untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Prof. H. Saparudin, Ph.D menyoroti kondisi sosial di Pangkalpinang. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 4 persen atau kurang lebih 10.000 jiwa penduduk masih berada dalam kategori kurang mampu, dengan penghasilan di bawah Rp700 ribu per bulan.
“Saya kira ya itu lah yang harus menjadi perhatian pemerintah kepada saudara-saudara kita yang masih belum mampu untuk kita bantu, yang salah satunya melalui program Baznas ini untuk membantu mereka, di samping program pemerintah daerah seperti bantuan sosial dan lain sebagainya,” tegasnya.
Disisi teknis, Ketua Baznas Kota Pangkalpinang, Kurnia, mengumumkan adanya penyesuaian dalam besaran zakat fitrah tahun ini. Jika sebelumnya ditetapkan 2,5 kilogram beras, kini dinaikkan menjadi 2,7 kilogram. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif terhadap potensi penyusutan saat proses distribusi.
“Zakat fitrah untuk tahun ini ada perubahan, biasanya di program itu kan beras 2,5 kg, sekarang ada perubahan menjadi 2,7 kg. Karena apa? Karena nanti perjalanan dari beras itu kan mengalami naik turun, jadi kami minta untuk mengambil aman ya kita hitung dengan 2,7 kg,” jelas Kurnia.
Fundraising ini bukan hanya soal angka dan pengumpulan dana, melainkan tentang membangun kesadaran bersama. Di tengah suasana Ramadhan yang penuh berkah, Pemerintah Kota dan Baznas berharap gerakan zakat ini mampu menjadi jembatan harapan bagi ribuan warga yang membutuhkan, sekaligus memperkuat nilai gotong royong yang menjadi napas kehidupan masyarakat Pangkalpinang. (DK/RN)












