Walikota Ketahuan Berbohong Tanya Tidak Ada Tapi Bukti Toko Barang Itu Sudah Selesai

oleh -620 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Lidah pejabat kerap kali menjadi kemudi yang lihai berkelit, namun jejak digital dan realitas lapangan adalah dinding keras yang tak bisa dikelabui. Pernyataan Walikota Pangkalpinang, Prof. Safarudin, yang sempat menghiasi berbagai media online dengan klaim “tidak ada pengadaan laptop maupun iPad” kini mentah seketika. Sebuah tabir kebohongan perlahan terkoyak oleh serangkaian data otentik dan fakta kasat mata.

 

banner 336x280

Berdasarkan data valid dari dokumen negara pada situs LPSE Kota Pangkalpinang pada Senin (25/05), pengadaan perangkat teknologi ini bukanlah isapan jempol belaka atau dongeng sebelum tidur. Proyek tersebut terdaftar secara resmi hitam di atas putih dengan Kode RUP 66430206.

 

Paket pengadaan ini tercatat sebagai Paket Belanja Modal Komputer Unit Lainnya yang bernaung di bawah Satuan Kerja (Satker) Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2026. Nilai yang dipatok pun tidak main-main: Total Pagu sebesar Rp 189.500.000 (Seratus Delapan Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

 

Angka yang hampir menyentuh plafon dua ratus juta rupiah untuk sebuah paket pengadaan komputer di lingkungan birokrasi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang kian memprihatinkan dan merayap tertatih-tatih tentu menyulut api kecurigaan publik. Masyarakat pun mulai mempertanyakan urgensi serta asas manfaat dari proyek yang menguras kantong negara tersebut.

 

Klaim sang Walikota yang menyebut fasilitas tersebut “tidak pernah ada untuk dirinya” justru berbanding terbalik 180 derajat bak minyak dan air dengan realita di lapangan.

 

Investigasi mendalam yang dilakukan oleh awak media mengarah kuat pada sebuah titik terang. Duta Komputer Semabung (yang beroperasi di bawah payung hukum CV. Duta Bintang Utama), beralamat di Jalan Depati Hamzah No. 352, Semabung Lama, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, keluar sebagai sang pemenang sekaligus penyedia barang-barang elite tersebut.

 

Saat tim media menyambangi kantor Duta Komputer untuk merajut benang merah informasi, atmosfer bungkam mulai terasa. Sang pemilik usaha, M. Sayono, tidak berada di tempat dengan dalih sedang keluar kantor.
Meski demikian, salah seorang staf pegawai di toko tersebut akhirnya bernyanyi kecil dan mengonfirmasi kebenaran proyek tersebut.

 

“Benar, paket tersebut ada. Tapi untuk informasi lebih lanjut, silakan langsung ke pimpinan kami, Pak Sayono,” ujar staf tersebut polos, mematahkan narasi “tidak ada” yang dihembuskan pihak balaikota.

 

Bak meniti jalan buntu, upaya konfirmasi lanjutan kepada sang nakhoda Duta Komputer justru membentur dinding bisu. Berkali-kali awak media mencoba menghubungi M. Sayono melalui saluran telepon di nomor 08127344* **, namun panggilan tersebut hanya melempar nada dering tak terjawab, dan deretan pesan singkat yang dikirimkan pun hanya dibaca tanpa balasan.

 

Sikap bungkam yang dipertontonkan ini seketika menyisakan ruang spekulasi yang liar di benak publik. Ada apa dengan barang-barang tersebut? Jika merujuk pada nota dan dokumen yang tersimpan rapat di sistem LPSE, proyek ini dinyatakan telah selesai.

 

Pertanyaan besar yang kini menggantung di langit Pangkalpinang adalah. Apakah barang-barang mewah itu benar-benar tidak pernah diterima oleh Walikota, ataukah justru sudah mendekam manis di ruang kerjanya, bersembunyi di balik pernyataan bantahan yang dilempar ke ruang publik? Masyarakat Pangkalpinang kini menanti, kapan kabut tebal yang menyelimuti pengadaan ratusan juta ini akan benar-benar tersibak terang benderang. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.