Teka-Teki ‘Restu’ Penguasa di Balik Deru Tambang Pasir Padi: Benarkah Sang Pemimpin Berafiliasi?

oleh -1207 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Wajah cantik Pantai Pasir Padi kini tak lagi sekadar dihiasi deburan ombak yang tenang. Belakangan, riuh mesin tambang mulai mencabik-cabik ketenangan destinasi wisata andalan Kota Pangkalpinang ini. Di balik keruhnya air laut, berembus kabar miring yang menusuk telinga: dugaan keterlibatan orang nomor satu di Kota Beribu Senyuman dalam pusaran bisnis timah di kawasan tersebut.

 

banner 336x280

 

Senin (25/5/2026), suasana di pesisir tampak tegang. Sejumlah nelayan yang ditemui di lapangan mengungkapkan kegelisahan yang sama. Mereka menyebut ada “tangan besi” yang menjadi tameng di balik operasional salah satu CV mitra penambangan.

 

“Isu ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan kami. Kabarnya, perusahaan yang bekerja di sini punya ‘jalur khusus’ atau afiliasi dengan pemimpin kota ini,” ujar salah satu nelayan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Informasi ini dianggap sebagai data A1 oleh komunitas pesisir. Mengingat nelayan adalah saksi mata abadi yang berada dalam pusaran konflik pertambangan di wilayah Temberan, Sampur, hingga Pasir Padi, kesaksian mereka menjadi cermin retak yang sulit diabaikan.

 

 

Pemerintah kota selama ini terlihat bersilat lidah dengan janji mempercantik Pasir Padi sebagai magnet wisatawan. Namun, kontradiksi terjadi di lapangan. Masuknya alat berat ke wilayah perairan ini ibarat menanam duri dalam daging.

 

Menariknya, setelah isu ini mulai menguap ke permukaan dan menjadi sorotan tajam, perusahaan yang diduga berafiliasi dengan sang pemimpin dikabarkan langsung “angkat kaki”.

 

Perairan Pantai Pasir Padi. Kabarnya sudah berpindah lokasi setelah ramai diberitakan. Kerusakan ekosistem dan estetika pantai wisata.

 

Masyarakat kini bertanya-tanya: Apakah sang pemimpin benar-benar menjadi nakhoda di balik layar perusahaan tambang tersebut, ataukah ini hanya sekadar isapan jempol belaka?

 

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak terkait guna membedah kebenaran pernyataan para nelayan. Jika benar sang penguasa memberikan “restu” demi kepentingan pribadi, maka masa depan pariwisata Pangkalpinang kini sedang berada di ujung tanduk. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.