PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak melulu soal mendengarkan ceramah di dalam kelas. Di SDN 12 dan SDN 13 Pangkalpinang, ratusan siswa baru justru mengawali perjalanan sekolah mereka dengan “mengotori” tangan lewat aksi menanam sayur dan tanaman obat.
Langkah kreatif ini dipantau langsung oleh Pengawas Madya Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Kustinawati, saat melakukan monitoring pelaksanaan MPLS di kedua sekolah dasar tersebut pada Kamis (16/7).
Dalam monitoring tersebut, Kustinawati melihat langsung bagaimana materi pengenalan dan cinta lingkungan diterapkan secara interaktif. Para siswa baru tampak sangat antusias dan penuh semangat saat diajak langsung menanam aneka sayuran di area hijau sekolah, merawat tanaman apotek hidup, hingga bahu-membahu membersihkan lingkungan sekitar sekolah baru mereka. Aktivitas luar ruang yang seru ini berhasil mengusir kejenuhan yang biasa melanda siswa baru di hari-hari pertama sekolah.
“Siswa sangat antusias dan bersemangat. Mereka belajar mencintai lingkungan sejak hari pertama sekolah dengan cara yang menyenangkan,” ujar Kustinawati di sela-sela kegiatannya memantau aktivitas siswa.
Kegiatan MPLS aplikatif ini dirancang bukan tanpa alasan. Selain membantu murid baru beradaptasi dengan lingkungan fisik sekolah yang baru, aktivitas luar ruangan ini juga menjadi media efektif untuk menyemai nilai-nilai karakter yang kuat.
Melalui kerja sama saat menanam dan membersihkan kelas, sekolah berupaya menanamkan nilai gotong royong dan kebhinekaan sejak dini. Diharapkan, anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang peduli sesama dan cinta terhadap bumi. (Imelda)









