PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Tim Penilai Rumah Ibadah Asri bentukan Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang resmi menyelesaikan rangkaian peninjauan lapangan pada Rabu (7/1/2026). Di hari ketiga sekaligus hari terakhir ini, tim menyambangi tiga masjid besar yang mewakili tiga kecamatan berbeda guna merampungkan proses verifikasi indikator keasrian dan kenyamanan.
Adapun tiga titik lokasi yang dikunjungi meliputi Masjid Ar-Roudhoh (Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek), Masjid Raya Tuatunu (Kecamatan Gerunggang), dan Masjid Silaturrahmi (Kecamatan Rangkui).
Dipimpin langsung oleh Ruslan, S.Th.I., bersama Sekretaris H. Delip Atmaja, M.Pd., serta anggota tim Ennita dan Hera Yulindasari, penilaian tetap berjalan ketat. Tim fokus membedah kelayakan rumah ibadah berdasarkan empat kategori utama antara lain ; Penghijauan, Keasrian, Kebersihan dan Kenyamanan, serta Kerapian Lingkungan.
Ketua Tim Penilai, Ruslan, S.Th.I., menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran tugas yang diamanahkan oleh pimpinan Kemenag Kota Pangkalpinang.
“Alhamdulillah tugas dan amanah penilaian Rumah Ibadah Asri se-Kota Pangkalpinang sudah terlaksana hari ini. Ini adalah puncak dari rangkaian yang telah kami susun sejak pertemuan perdana akhir Desember lalu,” ujar Ruslan saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Sebelum mencapai hari terakhir, tim telah melakukan maraton penilaian lintas agama dan wilayah:
– Senin (5/1): Penilaian dilakukan pada rumah ibadah agama Khonghucu, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha berdasarkan rekomendasi organisasi keagamaan masing-masing.
– Selasa (6/1): Tim mengunjungi empat lokasi di Kecamatan Girimaya, Bukit Intan, Tamansari, dan Pangkalbalam dengan dukungan penuh dari KUA setempat dan para penyuluh agama.
– Rabu (7/1): Penuntasan penilaian di Kecamatan Gabek, Rangkui, dan Gerunggang.
Pasca kunjungan lapangan, tim segera melakukan briefing untuk mengkalkulasi skor dan menyepakati nominasi terbaik. Ruslan menjelaskan terdapat perbedaan sistem juara antar kategori agama.
“Untuk agama selain Islam, bersifat apresiasi karena masing-masing organisasi merekomendasikan satu rumah ibadah. Sementara untuk kategori Masjid, kami menilai tujuh perwakilan kecamatan untuk menentukan Juara 1, 2, dan 3,” jelasnya. Adapun detail penghargaan nantinya akan diputuskan oleh panitia inti Kemenag.
Dalam kesempatan tersebut, Ruslan juga menitipkan pesan penting bagi para pengurus rumah ibadah terkait konsep Ekoteologi. Ia mendorong agar pekarangan rumah ibadah yang kosong dapat dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura atau hidroponik.
“Jika lahan sempit, bisa menggunakan teknik tanaman gantung atau tempel. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan (follow-up) dan menjadi percontohan bagi Kemenag Kabupaten/Kota lainnya di Bangka Belitung,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Ruslan berharap melalui kompetisi ini, kerukunan antar umat beragama semakin erat dan kualitas pelayanan rumah ibadah bagi jemaah semakin meningkat, sehingga masyarakat merasa lebih nyaman dan khusyuk dalam beribadah. (Gema)












