, ,

Tingkatkan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini, PD IGRA Pangkalpinang Bedah “Kurikulum Cinta”

oleh -86 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kota Pangkalpinang resmi menggelar Workshop Pendidikan bertajuk “Kurikulum Cinta” pada Senin (26/01/2026). Bertempat di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Firmantasi.

 

banner 336x280

Workshop yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari (26-27 Januari 2026) ini mengusung tema besar: “Pembelajaran Mendalam yang Dilandasi Cinta Menghasilkan Generasi Cerdas.”

 

Dalam sambutannya, Firmantasi menggarisbawahi bahwa efektivitas transformasi kurikulum sangat bergantung pada hubungan emosional antara guru dan murid. Ia menyatakan bahwa “Kurikulum Cinta” bukanlah sekadar jargon, melainkan sebuah manifestasi dari pendidikan karakter yang berbasis pada ketulusan.

 

“Pendidikan di level Raudhatul Athfal adalah fondasi bagi masa depan bangsa. Ketika seorang guru mengajar dengan kasih sayang, maka anak didik akan merasa aman dan dihargai. Keamanan psikologis inilah yang menjadi pintu masuk bagi stimulasi kecerdasan dan kreativitas anak,” jelas Firmantasi.

 

Senada dengan hal tersebut, Pengawas Madrasah Kemenag Pangkalpinang sekaligus narasumber kegiatan, Suarni, menekankan bahwa pendekatan kasih sayang harus terintegrasi dalam teknis instruksional di kelas. Dalam sesinya, ia menjelaskan bahwa kurikulum ini menuntut guru untuk lebih peka terhadap keunikan setiap individu siswa.

 

“Kurikulum Cinta bukan berarti tanpa aturan, melainkan bagaimana kita menegakkan kedisiplinan dan menyampaikan materi dengan bahasa kalbu. Saat anak-anak merasa dicintai oleh gurunya, hambatan belajar mereka akan luruh secara alami, sehingga pembelajaran mendalam (deep learning) lebih mudah tercapai,” ungkap Suarni di sela-sela pemaparan materinya.

 

Ia juga menambahkan bahwa guru RA harus mampu menjadi “pendengar yang baik” sebelum menjadi “pengajar yang baik” agar mampu menyentuh sisi kognitif sekaligus afektif siswa.

 

Selain Suarni, kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber kompeten lainnya dari jajaran Pengawas Madrasah Kemenag Pangkalpinang, yakni Advis dan Samsul Bahri. Keduanya turut memberikan penguatan mengenai implementasi kurikulum yang adaptif dan religius namun tetap menyenangkan bagi anak usia dini.

 

Melalui kegiatan ini, para pendidik RA di Kota Pangkalpinang diharapkan dapat membawa perubahan positif di sekolah masing-masing, menciptakan ekosistem belajar yang ramah anak, dan mencetak generasi emas yang cerdas secara intelektual serta santun secara spiritual. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.