Tepatkah Solusi PT Timah Tbk terkait Harga Timah per Oktober 2025?

oleh -415 Dilihat
oleh
banner 468x60

Pangkalpinang, Berita-Fakta – Penetapan harga timah oleh PT Timah Tbk (TINS) menjadi sorotan utama di Bangka Belitung. Mulai 1 Oktober 2025, perusahaan menetapkan tarif Rp 260.000 per kg untuk timah dengan kadar Sn 100%.

Keputusan ini menuai protes dari kalangan penambang, yang merasa harga tersebut tidak mencerminkan kondisi pasar global.

banner 336x280

Harga timah internasional terus menjadi acuan dalam perdebatan ini. Berdasarkan data perdagangan, harga komoditas timah kontrak tiga bulan mencapai US$36.000 per ton pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Angka ini menunjukkan kenaikan 26,49% sejak awal tahun, meski mengalami penurunan tahunan sebesar 0,37%. Titik tertinggi tahun ini tercatat pada 2 April 2025, yakni US$38.175 per ton.

Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs terkini, US$36.000 per ton setara dengan sekitar Rp 598.968.000 per ton atau Rp 598.968 per kg untuk kadar Sn 99%. Perbandingan ini menimbulkan pertanyaan: Apakah harga lokal Rp 260.000 per kg untuk Sn 100% sudah tepat?

Penambang inkonvensional atau skala rakyat sering kali hanya memperoleh bijih timah dengan kadar 30-70%, rata-rata sekitar 35%. Dengan harga PT Timah, mereka hanya menerima sekitar Rp 91.000 per kg setelah penyesuaian kadar.

Namun, jika mengikuti acuan internasional, nilai bersih bisa mencapai Rp 209.639 per kg (35% dari Rp 598.968), atau sekitar Rp 200.000 setelah potongan biaya umum.

Alasan Penetapan Harga oleh PT Timah Tbk

PT Timah Tbk menetapkan harga ini sebagai bagian dari upaya sinkronisasi dengan kondisi pasar, meski ada perbedaan signifikan dengan harga global.

Menurut pernyataan perusahaan, perbedaan harga bijih timah lokal disebabkan oleh beban kewajiban sebagai badan usaha milik negara (BUMN), termasuk royalti, pajak, dan biaya operasional untuk mendukung penambangan legal.

Pada September 2025, harga pembelian dari penambang ditetapkan Rp 250.000 per kg, yang kemudian naik menjadi Rp 260.000 per kg mulai Oktober untuk menyesuaikan dengan stabilisasi harga timah yang mulai terlihat sejak semester I-2025.

Perusahaan juga menyoroti tantangan seperti aktivitas tambang ilegal di Bangka Belitung, yang meresahkan dan memengaruhi rantai pasok.

Direktur PT Timah menyatakan bahwa harga ini dirancang untuk mendorong penambangan berkelanjutan sambil mengejar target produksi 2025, meski produksi semester I hanya mencapai 6.997 ton Sn atau 32,5% dari rencana tahunan. Selain itu, optimisme terhadap harga timah 2025 didasari permintaan global yang kuat, meski ada prediksi stagnasi akibat perang dagang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.