SULAP EKS TAMBANG JADI DESTINASI ASRI: Green Hauz Cafe & Wisata Rumput Hijau Hadirkan Pesona Sunset di Kace Timur

oleh -254 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA,BERITA-FAKTA.COM – ​​Kawasan bekas tambang timah yang identik dengan lahan kritis kini bertransformasi menjadi objek wisata hijau yang memikat. Berlokasi di Desa Kace Timur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Green Hauz Cafe dan Wisata Rumput Hijau resmi diluncurkan sebagai pilihan destinasi wisata alternatif bagi masyarakat Bangka Belitung.

​Dari total luas area sekitar 30 hektare, pengelola memanfaatkan lahan seluas 14 hektare untuk dikembangkan menjadi kawasan rekreasi berkonsep hamparan rumput hijau alami. Selain menawarkan pemandangan alam terbuka yang asri, destinasi ini menyajikan daya tarik utama berupa panorama matahari terbenam (sunset) yang indah di sore hari.

banner 336x280

​Pengelola Rumput Hijau dan Green Hauz Cafe, Zili, menjelaskan bahwa tempat wisata ini dirancang untuk memberikan ruang terbuka hijau bagi masyarakat sekaligus menjadi contoh pemanfaatan kembali lahan pascatambang.

​”Dulu hampir seluruhnya merupakan area eks tambang timah. Pemilik lahan kemudian berinisiatif mengubahnya menjadi tempat wisata berkonsep hamparan rumput hijau. Fokus daya tarik utama kami adalah pemandangan sunset di sore hari, khususnya antara pukul 16.00 hingga 17.30 WIB,” ujar Zili.

​Saat ini, pengunjung dapat menikmati fasilitas hamparan rumput hijau dan layanan cafe yang baru saja beroperasi. Pengelola juga berencana menambah fasilitas pendukung seperti area driving golf serta konsep outdoor wedding berlatar pemandangan alam terbuka.

​Tak hanya itu, di kawasan ini pengunjung juga masih dapat dijumpai keberadaan ternak kerbau milik pengelola lama yang tetap dipertahankan sebagai salah satu keunikan lanskap lokal.

​Untuk jam operasional, area Wisata Rumput Hijau dibuka dari pagi hingga pukul 18.00 WIB, sedangkan Green Hauz Cafe melayani pengunjung mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB. Namun, untuk kegiatan berkemah (camping), pengelola menyatakan belum memfasilitasinya karena pertimbangan keamanan area yang sangat luas serta perizinan.

​Pengelola menerapkan kebijakan khusus bagi warga lokal. Masyarakat Desa Kace Timur dan Kecamatan Mendo Barat tidak dikenakan biaya masuk alias gratis.

​Sementara untuk pengunjung dari luar wilayah, pengelola memberlakukan tarif masuk berbasis kendaraan, yaitu:

• ​Motor: Rp10.000 / kendaraan
• ​Mobil: Rp20.000 / kendaraan

​Tiket masuk tersebut berupa voucer yang dapat ditukarkan dengan makanan atau minuman di minimarket (toko) yang berada di dalam area lokasi.


​
​Mengingat potensi ekonomi dan pariwisata yang dihadirkan dari reklamasi mandiri ini, pihak pengelola berharap mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat maupun pihak pemerintah desa, terutama terkait kemudahan serta kepastian perizinan operasional.

​”Kami hanya meminta dukungan dari pemerintah daerah dan pemerintah desa setempat. Harapan kami agar proses operasional dan perizinan tidak dipersulit demi keberlanjutan tempat wisata ini,” pungkas Zili.(MJ01)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.