PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Dialog Moderasi Beragama yang diprakarsai oleh Kemenag Pangkalpinang dan PD IPARI Pangkalpinang, bekerja sama dengan Yayasan Vitus Bouma, berhasil digelar dengan khidmat dan antusias pada Jumat, (01/01) di aula Lembaga Pendidikan Santa Theresia 1 Pangkalpinang, yang sejuk dan asri, menghadirkan suasana yang kondusif untuk diskusi.
Sebanyak 120 orang peserta, yang terdiri dari para guru dari berbagai jenjang pendidikan, memadati ruangan. Wajah-wajah mereka menunjukkan semangat dan harapan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang moderasi beragama.
Acara ini diinisiasi oleh Penyuluh Agama Katolik, Yohanes Bosco Otto, Ketua PD IPARI Pangkalpinang, Ruslan Abas dan Ketua Yayasan, Suster Hedwilda Martine, KKS., yang terlihat berinteraksi hangat dengan para peserta.
Kepala Kemenag Pangkalpinang, H. Firmantasi, bersama para penyuluh lintas agama, tampil sebagai pemateri. Mereka secara bergantian memaparkan materi dengan gaya yang menarik dan mudah dicerna, membahas nilai-nilai moderasi beragama dari perspektif agama masing-masing.
Suasana menjadi hidup saat sesi dialog dibuka, di mana para peserta aktif bertanya dan berbagi pandangan. Terlihat jelas bahwa topik ini sangat relevan dengan keseharian mereka sebagai pendidik.
Puncak acara ditandai dengan komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Selain itu, mereka juga bertekad untuk memperkuat ekoteologi, sebuah konsep yang menjadi salah satu dari Asta Program Prioritas Kemenag.
Komitmen ini selaras dengan visi Kemenag untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan maslahat menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui penguatan moderasi beragama, Kemenag berharap dapat membangun fondasi yang kokoh untuk terciptanya masyarakat yang harmonis dan toleran guna menjaga keutuhan bangsa. (GV004)












