Sinergi Lintas Sektoral: Kismis Babel dan Penyuluh Agama Meriahkan Tarhib Ramadhan di Majelis Taklim Lubabul Huda

oleh -66 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Nuansa religius menyelimuti Majelis Taklim Lubabul Huda pada Jumat (06/02), saat ratusan jemaah berkumpul dalam acara Tarhib Ramadhan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Ustazah Muthmainnah A. Hayatullah, yang berkolaborasi dengan Komunitas Emak-emak Manis (Kismis Babel).

 

banner 336x280

Acara yang dipandu oleh sinergi antara Ustazah Muthmainnah, Emi Rianti, Ria Kesuma Jaya, dan Marwati ini, menjadi ajang silaturahmi akbar bagi berbagai majelis taklim di Kota Pangkalpinang. Kemeriahan acara semakin terasa dengan iringan selawat dari grup Hadroh Syafaatul Ummah yang menyambut kedatangan para tamu undangan.

 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Hj. Susanti Saparudin. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi komunitas Kismis Babel yang mampu menjadi wadah positif bagi kaum perempuan.

 

“Ini adalah wadah yang luar biasa bagi ibu-ibu untuk berkarya, mempererat silaturahmi, sekaligus mendalami ilmu agama. Semoga semangat ini terus terjaga,” ujar Hj. Susanti.

 

Selain jemaah umum, hadir pula perwakilan dari Persatuan Istri Prajurit (Persit) TNI Angkatan Darat, yang menambah keberagaman elemen masyarakat yang hadir dalam menyambut bulan suci.

 

Puncak acara diisi dengan tausyiah agama oleh Ustaz Muhammad Kurnia. Dalam paparannya, beliau mengupas tuntas urgensi Surah Al-Baqarah ayat 183. Ustaz Kurnia menekankan bahwa puasa adalah ibadah yang sangat spesial karena bersifat privat antara hamba dan Sang Khaliq.

 

“Puasa adalah ibadah kejujuran. Hanya Allah yang tahu apakah kita benar-benar berpuasa atau tidak. Itulah mengapa Allah berfirman dalam Hadis Qudsi bahwa puasa adalah untuk-Nya dan Dia sendiri yang akan membalas pahalanya tanpa batas,” jelas Ustaz Kurnia merujuk pada HR. Muslim.

 

Beliau juga mengingatkan para jemaah agar tidak sekadar menahan lapar dan dahaga. Mengutip hadis riwayat Ibnu Majah, beliau memperingatkan bahaya orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan rasa lapar saja karena tidak mampu menjaga lisan dan perilaku.

 

“Puasa bukan hanya soal perut, tapi soal meningkatkan iman dan pengendalian diri. Pastikan kita berpuasa dengan ikhlas agar tidak termasuk golongan yang merugi,” pesannya menutup tausyiah. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.