PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh kerukunan umat beragama serta kelancaran agenda keagamaan di wilayahnya. Hal ini disampaikan saat dirinya, didampingi Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Pangkalpinang, Misno, menerima audiensi dari jajaran Bhante (Bhikkhu), yakni YM. Bhikkhu Mahawirat Khemacari M.T, dan Samanera Adrian beserta pengurus yayasan selaku panitia pelaksana Pindapata Bersama, Yuliana dan Vita di ruang kerjanya pada Selasa (30/06).
Pertemuan hangat ini bermaksud untuk menyelaraskan koordinasi dan mematangkan persiapan menjelang perhelatan akbar keagamaan umat Buddha yang dirancang dalam tiga rangkaian acara utama berskala besar di awal bulan Juli mendatang.
Berdasarkan informasi resmi kegiatan bertajuk “Undangan Pindapata & Upacara Uposathagara dalam Rangka Waisak Keliling Kota”, rangkaian agenda krusial akan diawali dengan Rapat Intern Sangha pada Jumat, 3 Juli 2026. Sebagai langkah awal untuk memastikan kesucian dan kelancaran seluruh prosesi ritual, jajaran Sangha akan melaksanakan rapat internal terlebih dahulu untuk memantapkan koordinasi spiritual serta teknis antar-Bhikkhu sebelum turun ke tengah masyarakat.
Selanjutnya, puncak interaksi spiritual antara Sangha dan umat awam akan diwujudkan melalui ritual Pindapata Bersama yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, mulai pukul 06.00 WIB. Ritual suci ini diproyeksikan akan dihadiri oleh sekitar 50 Bhikkhu yang dipusatkan di Vihara Bangka Dhammaram, Jalan R.E. Martadinata Nomor 104, Kelurahan Gedung Nasional, Kecamatan Taman Sari. Selama prosesi berjalan kaki secara beriringan ini, umat diberikan kesempatan luhur untuk berdana makanan serta kebutuhan pokok langsung kepada para Bhikkhu.
Sebagai puncak acara, rangkaian pamungkas yang sarat akan nilai sejarah bagi perkembangan umat Buddha di Pangkalpinang akan dilaksanakan pada Minggu, 5 Juli 2026 di Vihara Bangka Dhammaram. Sesi utama pertama pada hari terakhir tersebut akan dimulai pada pukul 08.00 WIB, yaitu Upacara Pengukuhan Uposathagara dan Peresmian Dhammasala yang menandai kesiapan fasilitas ibadah baru bagi umat Buddha di wilayah tersebut. Setelah itu, sesi utama kedua akan dilanjutkan pada malam harinya, tepat pukul 18.00 WIB, dengan menggelar Perayaan Waisak Bersama sebagai wujud syukur dan refleksi spiritual dalam memperingati Tri Suci Waisak.
Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, H. Firmantasi, menyambut positif dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif serta kesiapan panitia dalam menyelenggarakan rangkaian acara yang terstruktur dengan baik. Beliau menyatakan bahwa Kemenag senantiasa hadir untuk memberikan pelayanan, kepastian rasa aman, dan dukungan moral agar hak-hak beribadah setiap umat beragama dapat terpenuhi dengan khidmat.
“Kami sangat mendukung penuh rangkaian kegiatan keagamaan ini. Kehadiran sekitar 50 Bhikkhu di Kota Pangkalpinang untuk ritual Pindapata serta peresmian sarana ibadah ini bukan sekadar agenda internal umat Buddha, melainkan juga simbol dari potret indahnya toleransi dan kekayaan budaya beragama yang hidup rukun di kota kita,” ujar H. Firmantasi di sela-sela audiensi.
Pihak penyelenggara Buddha Kemenag Kota Pangkalpinang, Misno, juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal aspek teknis lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar jalannya kirab ritual Pindapata pada tanggal 4 Juli dapat mengedukasi masyarakat luas mengenai indahnya keberagaman serta berjalan dengan tertib. Dengan adanya koordinasi yang solid antara pihak panitia, pemuka agama, dan Kementerian Agama, diharapkan seluruh rangkaian acara ini dapat berjalan sukses, aman, serta membawa berkah kedamaian bagi seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang. (Imelda)











