Resep Perempuan Tangguh ala Pengawas PAI Kemenag Pangkalpinang di Live Tazkirah

oleh -675 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Masjid Agung Kubah Timah (MAKT) kembali menghadirkan ruang literasi spiritual bagi masyarakat melalui program Live Tazkirah. Dalam edisi Rabu sore (11/03), kegiatan yang disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial resmi masjid tersebut menghadirkan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Kartika Sari, sebagai narasumber utama.

 

banner 336x280

Mengangkat tema krusial mengenai eksistensi perempuan di era modern, Kartika membedah formula menjadi “Perempuan Tangguh”. Di bawah panduan moderator Neng Ilma Aprilyanti, yang merupakan Penyuluh Agama Islam Kemenag Pangkalpinang, diskusi berlangsung interaktif dengan jangkauan audiens digital yang luas.

 

Dalam paparannya, Kartika Sari menekankan bahwa ketangguhan seorang perempuan tidak hanya diukur dari aspek fisik atau material, melainkan dari keseimbangan tiga pilar utama: Iman Kuat, Akhlak Hebat, dan Mental Sehat.

1. Iman Kuat sebagai Fondasi: Kartika menjelaskan bahwa spiritualitas adalah jangkar utama. Tanpa iman yang kokoh, perempuan akan mudah terombang-ambing oleh dinamika zaman. “Iman adalah bahan bakar ketenangan. Saat ujian datang, koneksi dengan Sang Pencipta menjadi pemulih kekuatan paling efektif,” ujarnya.

 

2. Akhlak Hebat sebagai Identitas: Ia menggarisbawahi bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan keluhuran budi pekerti. Akhlak yang baik merupakan representasi dari pemahaman agama yang mendalam, yang tecermin dalam tutur kata dan perilaku sehari-hari, baik di ranah domestik maupun publik.

 

3. Mental Sehat untuk Keseimbangan: Secara khusus, Kartika menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental. Di tengah beban ganda yang sering dipikul perempuan, kemampuan mengelola emosi dan menjaga kewarasan pikiran adalah bentuk ketangguhan yang sering terlupakan.

 

Kegiatan Live Tazkirah ini merupakan bagian dari upaya Masjid Agung Kubah Timah untuk memperluas jangkauan dakwah di luar batas dinding masjid. Pemanfaatan platform media sosial memungkinkan pesan-pesan edukatif mengenai peran perempuan dan nilai-nilai Islam dapat diakses oleh masyarakat kapan saja dan di mana saja.

 

Neng Ilma Aprilyanti selaku pemandu acara menutup sesi dengan menegaskan bahwa sinergi antara figur pengawas dan penyuluh agama dalam kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang komprehensif.

 

“Perempuan adalah tiang negara. Dengan memperkuat iman, akhlak, dan mental mereka, kita sebenarnya sedang membangun fondasi bangsa yang lebih kokoh dari unit terkecil, yaitu keluarga,” pungkasnya. (Imelda)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.