Rekaman CCTV Bongkar Fakta Dirut BUMD Babel Ngamuk di Kantor DPRD, Wartawan Jadi Korban

oleh -786 Dilihat
oleh
banner 468x60

PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM — Fakta baru terkait insiden arogan yang melibatkan Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (Dirut BUMD) Bangka Belitung, Eka Mulia Putra, akhirnya terungkap terang benderang. Melalui bukti rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) yang berada di lingkungan Kantor DPRD Bangka Belitung, terlihat jelas adanya tindakan kekerasan fisik dan verbal yang bertolak belakang dengan pernyataan sepihak oknum pejabat tersebut.

 

banner 336x280

Berdasarkan rekaman kamera pengawas tersebut, dampak dari aksi “ngamuk” Eka Mulia terbukti mengenai salah satu jurnalis yang sedang menjalankan tugas profesinya di lingkungan DPRD Bangka Belitung.

 

Setelah dilakukan klarifikasi, sosok wartawan yang menjadi korban tindakan represif berupa penendangan dan penginjakan kaki tersebut adalah Ahmad Wahyudi. Korban merupakan seorang jurnalis berkompetensi Wartawan Madya sekaligus menjabat sebagai Redaktur di media siber berita-fakta.com

Ahmad Wahyudi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi secara spontan dan sangat cepat di area selasar, bukan di dalam ruang rapat paripurna seperti isu yang diembuskan sebelumnya.

 

“Kejadian itu terjadi begitu cepat. Tapi ketika dia (Eka Mulia) melintas di depan saya, dia menginjak dan menendang sepatu saya,” ujar Ahmad Wahyudi saat dihubungi pihak media.

 

Mendapat perlakuan tidak menyenangkan tersebut, korban langsung melayangkan teguran keras di lokasi kejadian:

 

“Hati-hati Pak, hati-hati Pak! Jangan mentang-mentang ada jabatan, kaki orang diinjak ditendang!”

 

Mendengar teguran itu, Dirut BUMD sempat menoleh ke arah korban. Namun, karena saat itu fokus mengawal jalannya Peraturan Daerah (Perda) terkait Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) demi kepentingan masyarakat luas, korban memilih untuk tidak meladeni tindakan provokatif Eka Mulia lebih jauh.

 

 

Rekaman CCTV DPRD Bangka Belitung juga menguliti fakta bahwa kemarahan Dirut BUMD tidak hanya menyasar awak media. Dalam video tersebut, terungkap bahwa Sekretaris DPRD Bangka Belitung turut menjadi sasaran hinaan dan cacian lisan yang dilontarkan oleh Eka Mulia dengan nada tinggi.

 

Di tengah selasar menuju kantor Ketua DPRD Bangka Belitung, Eka Mulia terdengar mengeluh dengan suara lantang lantaran dirinya tidak mendapatkan undangan dalam agenda penting tersebut. Ia juga secara terbuka menyalahkan pihak Bank Sumsel serta sejumlah kalangan dari internal DPRD maupun birokrat yang hadir.

 

Melihat situasi yang kian memanas, beberapa orang di lokasi, termasuk pejabat birokrasi, tampak berusaha menenangkan emosi Dirut BUMD dengan mengusap-usap dada, punggung, dan bahunya agar yang bersangkutan dapat menahan diri.

 

 

Sebelum bukti rekaman CCTV ini mencuat, Eka Mulia sempat mengirimkan rilis klarifikasi ke sejumlah meja redaksi pada malam sebelumnya. Dalam klarifikasi tertulis tersebut, ia membantah telah melakukan intimidasi fisik, memarahi, atau menendang kaki wartawan.

 

Eka Mulia justru mengklaim bahwa keributan yang terjadi dipicu oleh kedatangan lain serta adanya aksi dari tiga orang mahasiswa yang menggeruduk Kantor DPRD Bangka Belitung saat Sidang Paripurna sedang berlangsung.

 

Namun, alibi dan klaim sepihak tersebut kini rontok demi hukum setelah bukti digital berupa rekaman video CCTV memperlihatkan fakta yang kontradiktif. Kejadian riil dipastikan terjadi di selasar jalan menuju ruang kerja Ketua DPRD Babel, dan secara visual merekam adanya kontak fisik serta tindakan tidak patut dari oknum Dirut BUMD tersebut. (4WD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.