PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (12/2/2026). Ratusan pengurus dan anggota Muslimat NU se-Bangka Belitung berkumpul dalam balutan seragam hijau khas mereka, menyatukan niat dalam acara Tarhib Ramadan 1447 H sekaligus mensyukuri hari lahir (Harlah) ke-80 organisasi perempuan terbesar di Indonesia tersebut.
Acara yang diketuai oleh Hasuna Eriyani, S.E., M.M., tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat, diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Muslimat NU yang menggema di seluruh ruangan.
Ketua PW Muslimat NU Babel, Hj. Ita Suriawati Dja’far, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi. Ia memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Biro Kesra, Biro Umum dan DP3ACSKB.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan pemprov kepada Muslimat NU sebagai bagian dari Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Babel. Kepercayaan ini adalah amanah bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ungkap Ita di hadapan para undangan, termasuk Ketua BKOW Babel, Noni Hidayat Arsani, dan Plt. Kabiro Kesra, Yasir Mustofa.
Menginjak usia ke-80 tahun, Ita Suriawati mengingatkan jemaah bahwa Muslimat NU memiliki akar sejarah yang kuat dalam pengabdian.
“Delapan dekade perjalanan ini adalah wujud komitmen konsisten kami. Muslimat NU bukan sekadar organisasi keagamaan, tapi juga pilar dalam pembinaan pendidikan usia dini (PAUD), kesehatan keluarga, sosial kemasyarakatan, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan,” tambahnya.
Menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, Ustadz Dede Purnama dalam ceramah agamanya memberikan bekal spiritual bagi para ibu-ibu Muslimat. Ia menekankan bahwa Tarhib bukan sekadar seremoni, melainkan “alarm” untuk membersihkan hati.
“Ilmu dan ketakwaan harus berjalan beriringan. Mari kita jadikan Ramadan 1447 H ini sebagai sarana untuk meningkatkan amal saleh yang membawa keberkahan, bukan hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi lingkungan sekitar,” pesan Ustadz Dede.
Puncak acara ditandai dengan aksi nyata yang menyentuh sisi kemanusiaan. Sebagai bentuk syukur atas usia ke-80 organisasi, PW Muslimat NU Babel menyalurkan santunan kepada 22 anak yatim. Raut bahagia terpancar saat anak-anak tersebut menerima bantuan yang diserahkan langsung oleh pimpinan organisasi dan pejabat yang hadir.
Melalui kegiatan ini, Muslimat NU Babel berharap dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan umat serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di Negeri Serumpun Sebalai. (Gema)












