PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Pangkalpinang pada Jumat (12/06). Di balik jeruji besi, sebuah pembelajaran penting dan mulia tentang pemenuhan kewajiban terakhir umat manusia digelar bagi para warga binaan.
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangkui melalui Penyuluh Agama Islam, Dwiyana Ocviyanti, hadir secara langsung untuk memberikan pembekalan dan pelatihan praktis mengenai Fardu Kifayah, khususnya dalam tata cara memandikan jenazah wanita.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai pemenuhan aspek keagamaan, tetapi juga sebagai bekal keterampilan hidup (life skill) spiritual yang sangat berharga bagi para warga binaan saat mereka kembali ke masyarakat nantinya.
Sebelum memasuki sesi simulasi atau praktik langsung, Dwiyana Ocviyanti terlebih dahulu membekali para peserta dengan fondasi teori yang kuat. Warga binaan diajak untuk memahami secara mendalam setiap tahapan krusial, mulai dari persiapan perlengkapan memandikan, pemahaman rukun dan tata cara yang sah sesuai syariat Islam, hingga hal-hal detail yang wajib diperhatikan demi menjaga kehormatan serta aurat jenazah.
“Mari kita tingkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menjalankan fardu kifayah dengan benar sesuai syariat,” ujar Dwiyana di sela-sela penyampaian materinya, menekankan pentingnya kepedulian sosial-keagamaan tersebut.
Setelah sesi pemahaman materi dinilai cukup, suasana kelas beralih menjadi ruang praktik. Para warga binaan dengan antusias dan penuh rasa khusyuk mengikuti setiap instruksi, mulai dari cara menyiram, membersihkan, hingga memperlakukan jenazah wanita dengan penuh kelembutan.
Melalui program bimbingan rohani dan kemandirian ini, KUA Kecamatan Rangkui dan LPP Kelas III Pangkalpinang berharap dapat menyalakan semangat baru di hati para warga binaan—bahwa proses belajar tidak mengenal batas ruang dan waktu. Sebuah pesan bermakna turut disematkan dalam kegiatan ini: “Kalau bukan sekarang belajar, kapan lagi.” (4WD)









