PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas institusi, terutama terkait dugaan keterlibatan oknum anggota dalam aktivitas tambang ilegal. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar dan Dialog Publik bertajuk “Profesionalisme Jurnalis dalam Menyampaikan Informasi Publik yang Akurat Berimbang Sesuai Ketentuan Hukum” yang digelar di Pangkalpinang, Rabu (6/5/2026).
Dalam kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Dewan Pers, Polda Babel, Diskominfo Babel, dan Konsultan Media Online tersebut, isu mengenai keterlibatan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) di sektor tambang ilegal menjadi sorotan tajam peserta yang didominasi oleh awak media.
Menanggapi pertanyaan peserta, Kompol Jhon Pieter Tampubolon yang mewakili Polda Babel menegaskan bahwa pimpinan Polri, mulai dari tingkat Kapolri hingga Kapolda, sangat intens dalam menindaklanjuti setiap laporan mengenai pelanggaran anggota.
“Saya tidak mengomentari yang di luar Polri, tapi untuk anggota Polri saat ini yang terlibat dengan kegiatan-kegiatan ilegal, baik tambang ataupun penyelenggaraan umum, pimpinan Polri sangat intens untuk menindaklanjuti,” tegas Kompol Jhon Pieter di hadapan peserta seminar.
Ia menjamin bahwa setiap laporan yang masuk akan diproses secara transparan melalui fungsi Propam (Profesi dan Pengamanan) tanpa ada upaya untuk menutupi kesalahan oknum. Menurutnya, tidak ada perbedaan perlakuan hukum, baik bagi perwira maupun bintara yang terbukti melanggar aturan.
“Pimpinan, terutama Kapolda dan Kapolri berserta Kabid Propam, akan langsung memproses. Tidak ada yang dilindungi. Jika ada laporan, pasti ditindaklanjuti secara intensif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Jhon Pieter juga menekankan bahwa masyarakat maupun jurnalis tidak perlu merasa takut atau terintimidasi dalam menyampaikan informasi mengenai oknum anggota yang menyalahi wewenang. Institusi Polri memastikan perlindungan hukum bagi pihak yang melaporkan kebenaran sesuai prosedur yang berlaku.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pers dan kepolisian, di mana jurnalis tetap mengedepankan profesionalisme dan akurasi, sementara Polri tetap konsisten dalam penegakan hukum internal guna mendukung iklim informasi yang sehat di Bangka Belitung. (4WD)












