Polemik Gubernur dan Wagub Babel: Spekulasi Kedekatan Hidayat Arsani dengan Cawagub Yuri Kemal Mencuat

oleh -298 Dilihat
oleh
banner 468x60

Pangkalpinang, Berita-Fakta — Hubungan antara Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani dan Wakil Gubernur Hellyana terus memanas, menyusul surat edaran yang membatasi kegiatan kedinasan wagub.

Di tengah ketegangan ini, spekulasi kedekatan Hidayat Arsani dengan calon wakil gubernur (cawagub) periode sebelumnya, Yuri Kemal Fadlullah, menjadi sorotan publik dan memicu perbincangan di media sosial.

banner 336x280

Konflik antara Hidayat dan Hellyana mencuat setelah Hellyana mengaku hubungan kerjanya dengan gubernur tidak harmonis sejak dilantik pada 17 April 2025.

Dalam jumpa pers di Tanjungpandan pada 11 Juli 2025, Hellyana mengeluhkan kesulitan komunikasi dan merasa wewenangnya dibatasi oleh surat edaran gubernur.

Ia bahkan berencana melaporkan polemik ini ke DPRD, Kemendagri, Ombudsman RI, hingga Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Saya hanya berharap situasi tetap kondusif agar pembangunan daerah tidak terganggu,” ujar Hellyana, Sabtu (12/7/2025).

 

Menanggapi hal ini, Hidayat Arsani menegaskan bahwa tidak ada konflik pribadi.

Ia menyebut surat edaran tersebut sebagai bagian dari efisiensi anggaran dan penegakan aturan, karena wagub sering melakukan perjalanan dinas tanpa izin gubernur.

“Semua kegiatan dinas harus izin gubernur, karena menyangkut uang negara,” tegas Hidayat dalam konferensi pers pada 13 Juli 2025.

Ia juga menyebut bahwa dari 10 perjalanan dinas Hellyana, hanya tiga yang tercatat resmi, dengan anggaran mencapai Rp217 juta dalam tiga bulan.

 

Spekulasi Kedekatan dengan Yuri Kemal

Di tengah polemik ini, spekulasi kedekatan Hidayat Arsani dengan Yuri Kemal Fadlullah, cawagub dari pasangan Erzaldi Rosman pada Pilgub Babel 2024, mulai muncul di kalangan netizen.

Spekulasi ini dipicu oleh sejarah Pilgub 2024, di mana pasangan Hidayat Arsani-Hellyana mengungguli Erzaldi-Yuri dengan perolehan 299.591 suara berbanding 290.548 suara.

Pasca-pilgub, Erzaldi-Yuri menggugat hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK), namun gugatan ditolak pada Februari 2025.

Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Hidayat Arsani atau Yuri Kemal yang mengonfirmasi spekulasi tersebut.

Namun, isu ini semakin memanaskan diskusi publik, terutama karena ketidakharmonisan Hidayat dan Hellyana dianggap dapat mengganggu stabilitas pemerintahan.

Dosen Administrasi Publik Institute Pahlawan 12, Bambang Ari Satria, mengingatkan bahwa disharmoni ini berpotensi merugikan pembangunan daerah.

“Pemerintahan membutuhkan keharmonisan dan komunikasi yang baik,” ujarnya pada 14 Juli 2025.

 

Tanggapan Tokoh dan Partai

Ketua DPD PDI Perjuangan Babel, Didit Srigusjaya, menyayangkan ketegangan ini, mengingat Hidayat-Hellyana diusung oleh koalisi empat partai: PDI Perjuangan, Golkar, PPP, dan PKS.

“Tidak harmonisnya hubungan mereka sangat tidak elok, apalagi baru tiga bulan menjabat,” katanya pada 13 Juli 2025.

Sementara itu, tokoh Belitung Suryadi Saman menyebut pernyataan Hidayat yang meminta Hellyana mundur sebagai bentuk “arogansi kepemimpinan” dan pengingkaran demokrasi.

Hingga saat ini, Hellyana masih menunggu respons dari DPRD dan Kemendagri terkait gugatannya, sementara Hidayat menyatakan siap mengikuti proses hukum di PTUN.

Polemik ini terus menjadi sorotan, dengan publik menanti langkah penyelesaian agar pemerintahan Babel tetap berjalan efektif.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.