PANGKALPINANG, BERITA-FAKTA.COM – Memasuki hari kedua Rapat Koordinasi (Rakor) Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ), Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang menunjukkan komitmen penuh dalam mematangkan standarisasi evaluasi belajar siswa. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/02) ini dipusatkan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Delegasi Pangkalpinang yang terdiri dari Kartika Sari, Kustinawati, Maryani, dan Roswita hadir secara intensif untuk mengawal integrasi kurikulum dan teknis penilaian. Pertemuan ini merupakan kolaborasi strategis yang melibatkan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), serta Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI se-Provinsi Bangka Belitung.
Agenda utama pada hari kedua ini berfokus pada presentasi rencana kerja tahunan dan teknis pelaksanaan PSAJ dari berbagai jenjang. Perwakilan dari masing-masing organisasi profesi memaparkan draf program unggulan mereka guna memastikan adanya keselarasan antara kebijakan wilayah dan implementasi di tingkat sekolah.
Adapun bidang-bidang yang memaparkan rencana strategisnya meliputi:
– Pokjawas PAI Provinsi: Menitikberatkan pada fungsi supervisi klinis dan penjaminan mutu instrumen soal.
– MGMP SMA/SMK: Fokus pada standarisasi kelulusan dan integrasi teknologi dalam ujian digital.
– MGMP SMP: Menekankan pada penguatan literasi dan moderasi beragama dalam materi ujian.
– KKG SD: Menyoroti penyederhanaan indikator pencapaian tanpa mengurangi esensi kompetensi dasar.
Salah satu Pengawas PAI Kota Pangkalpinang, Kustinawati, dalam sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa koordinasi ini sangat krusial untuk meminimalisir disparitas kualitas penilaian antar daerah.
“Kehadiran kami di sini bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memastikan bahwa instrumen PSAJ yang disusun memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Kita ingin lulusan PAI tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki karakter yang teruji melalui proses penilaian yang objektif,” tegasnya.
Sinkronisasi antara Pokjawas, MGMP, dan KKG ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih terukur. Dengan adanya paparan rencana kerja yang transparan, potensi tumpang tindih program kerja antar organisasi dapat ditekan, sehingga anggaran dan energi dapat dialokasikan pada inovasi pembelajaran yang lebih berdampak.
Rakor ini menjadi bukti nyata bahwa Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang terus bersinergi dengan Kanwil Kemenag Babel dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama. Hasil dari pemaparan hari ini akan difinalisasi menjadi pedoman resmi pelaksanaan PSAJ bagi seluruh sekolah di Bumi Rumpun Sebalai.
Melalui koordinasi yang solid ini, diharapkan pelaksanaan ujian akhir bagi siswa di tingkat SD hingga SMA/SMK nantinya dapat berjalan lancar, transparan, dan mampu memotret hasil belajar siswa secara akurat di tengah dinamika transformasi digital pendidikan. (Imelda)












