Perkuat Program Keumatan dan Benteng Moral Umat, MUI Pangkalpinang Gelar Studi Terap ke MUI Bangka Barat

oleh -836 Dilihat
oleh
banner 468x60

BANGKA BARAT, BERITA-FAKTA.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pangkalpinang melakukan kunjungan kerja strategis berupa silaturahmi dan studi terap ke Sekretariat MUI Kabupaten Bangka Barat yang berpusat di Masjid Agung Baitur Ridha, Muntok, Sabtu (15/8/2026).

 

banner 336x280

Langkah ini diambil guna memperkuat efektivitas program keumatan, pemantauan sertifikasi halal UMKM, hingga penyusunan benteng moral masyarakat di tengah pesatnya dinamika sosial menjelang Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

 

Rombongan MUI Kota Pangkalpinang dipimpin langsung oleh Ketua Umum K.H. Zainuddin Alwi, bersama jajaran pengurus harian. Turut mendampingi dalam rombongan tersebut pejabat dan staf dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang.

 

Memulai perjalanan dari titik kumpul Masjid Agung Kubah Timah Pangkalpinang, kedatangan rombongan disambut penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan oleh Ketua MUI Bangka Barat K.H. Mukhlisin Malik, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Bangka Barat K.H. Muhammad Toha, serta jajaran pengurus MUI daerah setempat.

 

Dalam sambutan penerimaannya, Ketua MUI Bangka Barat K.H. Mukhlisin Malik menyampaikan rasa syukur atas pertemuan dua lembaga ulama daerah tersebut. Senada dengan itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Bangka Barat, K.H. Muhammad Toha, menggarisbawahi pentingnya nilai silaturahmi sebagai fondasi utama gerak ulama.

 

“Sesama Muslim adalah bersaudara. Silaturahmi ini insyaAllah memanjangkan umur dan melapangkan rezeki. Kami sangat gembira menerima kedatangan saudara-saudara kami dari Pangkalpinang. Meskipun kita berdiskusi secara sederhana dan duduk lesehan, semangat musyawarah untuk kemaslahatan umat inilah yang utama,” ujar K.H. Muhammad Toha.

 

Ketua MUI Kota Pangkalpinang, K.H. Zainuddin Alwi, memaparkan bahwa studi terap ini bertujuan untuk saling berbagi praktik baik pengelolaan program keumatan. Pihaknya mengapresiasi dukungan Pemkot Pangkalpinang melalui dana hibah tahunan yang dialokasikan secara transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Salah satu fokus utama pemanfaatan hibah tersebut adalah pendampingan pelaku UMKM dalam memperoleh sertifikasi halal secara gratis dan terarah.

 

“Pangkalpinang sebagai pusat perputaran ekonomi dan wisata harus memberikan jaminan rasa aman. Dengan sertifikasi halal yang jelas, warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Pangkalpinang tidak ragu lagi mengonsumsi produk UMKM lokal,” jelas K.H. Zainuddin Alwi.

 

Selain sertifikasi halal, program kerja lintas komisi MUI Pangkalpinang terus bergerak aktif, mulai dari MUI Goes to School oleh Komisi Pemberdayaan Perempuan hingga pembinaan Rumah Potong Hewan (RPH) dan edukasi standar kehalalan jasa laundry oleh Komisi Fatwa.

 

Tak hanya isu ekonomi syariah, pertemuan interaktif tersebut juga menyoroti isu-isu krusial terkait degradasi moral. K.H. Zainuddin Alwi menegaskan komitmen MUI dalam mengawal fatwa MUI Pusat terkait penolakan segala bentuk propaganda LGBT.

 

Menjelang perayaan HUT ke-81 RI, pihaknya mengimbau masyarakat dan panitia penyelenggara hiburan rakyat agar tetap mematuhi norma Islam.

 

“Kita harus cerdas memilah hiburan. Jangan sampai atas nama perlombaan atau hiburan HUT RI, ada tradisi yang melenceng seperti pria mengenakan daster atau pakaian wanita. Walau diniatkan hanya berguyon, hal itu bisa menjadi celah normalisasi perilaku salah yang merusak moral generasi muda,” tegasnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua MUI Kota Pangkalpinang, Paidi Ahmad, menyoroti ancaman peredaran gelap narkoba yang kian marak. Menurutnya, letak geografis Muntok sebagai kota pelabuhan dan perlintasan keluar-masuk barang serta orang memerlukan pengawasan ekstra bersama pihak kepolisian.

 

“Muntok ini pintu gerbang logistik dan perlintasan. Celah ini rawan dimanfaatkan oknum penyebar narkoba. Ulama dan kepolisian harus bersinergi membentengi pergaulan anak-anak kita dari bahaya pergaulan bebas dan zat terlarang,” kata Paidi.

 

Menutup rangkaian pemaparan, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Pangkalpinang, Ali Wafa, menekankan esensi ulama sebagai pengayom yang membawa perubahan sosial melalui jalur dakwah yang menyejukkan.

Ali Wafa menegaskan pentingnya kaidah mencegah kemungkaran tanpa melupakan pengawasan berkelanjutan pada sektor-sektor publik.

 

“Tugas ulama adalah memberikan nasihat yang santun, amar makruf nahi munkar dengan hikmah, bukan dengan kekerasan. Perubahan zaman di bidang ekonomi, pendidikan, dan lingkungan sangat cepat. MUI hadir untuk terus mengingatkan masyarakat yang lalai dan mengawasi agar para pelaku usaha tidak abai terhadap standar kehalalan yang telah ditetapkan,” ujar Ali Wafa.

 

Pertemuan produktif tersebut diakhiri dengan kesepakatan sinergi dan komitmen bersama antara kedua lembaga ulama untuk terus saling menopang dalam penguatan dakwah serta menjaga benteng moral umat di Kepulauan Bangka Belitung. (Gema)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.